Kamis
22 Oktober 2026 | 7 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“PDI Perjuangan Ternyata Teman Sendiri”

pdip-jatim-basarah-kh-marzuki-malang1

MALANG – Para kiai Nahdlatul Ulama (NU) dari pondok pesantren (ponpes) di Malang Raya yang berkumpul di Ponpes Sabillurosyad, Dusun Gasek, Kelurahan Karangbesuki, Sukun, Kota Malang merasa lega, setelah mendapat penjelasan soal sosok pengurus PDI Perjuangan.

“Ternyata olob ewed (bolo dewe/teman sendiri),” kata Pengasuh Ponpes Sabillurosyad KH Marzuki Mustamar.

Ungkapan itu dia sampaikan, usai para kiai NU bertemu dengan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah di ponpesnya, Sabtu (9/9/2017).

‘Teman sendiri’ yang dimaksud Kiai Marzuki, yakni ternyata banyak pengurus PDI Perjuangan yang berlatar belakang santri, dari kalangan Nahdliyin.

Bahkan, di antara mereka ada juga yang putra kiai ternama. “Selain putra ulama, juga ada yang menjabat Wakil Bendahara Umum PBNU, seperti Pak Nasyrul Falah Amru ini,” kata Kiai Marzuki sambil menunjuk Nasyrul Falah yang duduk di sampingnya.

Ahmad Basarah pun mendapat pujian dari Kiai Marzuki karena mampu membaca huruf Arab gundul dari tulisan tangannya. “Bagi kami penting PDIP itu siapa, dan mereka adalah kaum santri yang berjas merah,” ujar Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini.

Seperti ulama-ulama NU di wilayah Tapal Kuda, KH Marzuki juga menitipkan surat yang ditujukan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Yang beda, surat tersebut ditulis tangan dengan huruf Arab tanpa harokat atau huruf Arab gundul. “Surat ini adalah hasil salat istikharah-nya Kiai Abdulrahman dari Gading,” tuturnya.

Dia menjelaskan, mengapa surat untuk Megawati tersebut tidak ditulis dengan huruf latin. Yakni, Kiai Marzuki menilai surat itu penting dan dijaga kerahasiaannya agar tidak mudah menyebar.

“Ini amanah dari para kiai yang harus kami sampaikan langsung ke Ibu Megawati,” kata Basarah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI ini juga menyampaikan, silaturahmi ini untuk menjalin komunikasi antara kaum nasionalis dengan para ulama dan kiai agar tetap terjaga hubungan baik.

“Ibu Megawati meminta saya untuk sampaikan, bahwa pada saat HUT Kemerdekaan tahun 1966, Pidato Bung Karno yang sangat terkenal judulnya ‘jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dan di kalangan nahdliyin sekarang ada tagline ‘jas hijau, jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama,” kata Basarah.

Basarah menjelaskan, kader PDI-P selalu diminta tidak melupakan sejarah perjuangan NU dan PNI selama masa perjuangan yang seperti adik dan kakak.

Basarah merujuk lahirnya NU pada 1926, kemudian pada1927 Bung Karno mendirikan PNI, dan pada 1928 lahir Sumpah Pemuda, yang menjadi cikal bakal lahirnya Indonesia.

Pertemuan di kediaman KH Marzuki Mustamar kali ini diikuti 25 kiai sepuh. Juga hadir Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari, dan Wawali Kota Malang.(goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Perlindungan Santri, DPRD Ngawi Tingkatkan Pengawasan terhadap Ponpes yang dapat Kucuran Dana Pemerintah

NGAWI – DPRD Ngawi bakal meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pondok pesantren (ponpes) yang mendapatkan kucuran ...
LEGISLATIF

Dukung UU Anti Perundungan, Renny: Perlindungan Anak Perlu Sistem Terintegrasi

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mendukung pembentukan ...
KRONIK

Apel Akbar Bersama 2.000 Santri di Lembeyan, Suyatno Sampaikan Semangat Persatuan 

MAGETAN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat ...
LEGISLATIF

TPA Supit Urang Terbakar, Dewanti Rumpoko Desak Pemkot Malang Lindungi Warga

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendesak Pemerintah Kota Malang ...
LEGISLATIF

PU Fraksi PDI Perjuangan Bojonegoro terhadap APBD 2027: Perluas Lapangan Kerja

BOJONEGORO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro menekankan pentingnya penyusunan Anggaran Pendapatan ...
EKSEKUTIF

Gerakan Pangan Murah di Blitar, Rijanto Ajak Warga Hemat Pengeluaran Keluarga

Bupati Blitar Rijanto mengajak warga memanfaatkan Gerakan Pangan Murah di Gandusari untuk memenuhi kebutuhan ...