Kamis
27 Agustus 2026 | 7 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Khataman Quran Tandai Soft Opening Kantor Baru PDIP Banyuwangi

pdip-jatim-khataman-kantor-baru-pdip-banyuwangi

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi menggelar khataman Alquran, menyantuni anak yatim, dan salat maghrib berjamaah di kantor baru, Jumat (8/9/2017).

Acara yang juga diisi makan tumpeng bersama kader dan masyarakat tersebut menandai rangkaian soft opening kantor sekretariat partai di Jalan Jakgung Suprapto Banyuwangi itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Made Cahyana Negara mengatakan, dengan rangkaian acara tersebut, pihaknya berharap pembukaan kantor membawa berkah sekaligus semakin mendekatkan partai dengan rakyat.

“Alhamdulillah kami sudah mulai soft opening kantor sekretariat, kami gelar khataman Quran, santunan anak yatim, dan beberapa acara lagi dalam satu rangkaian,” kata Made.

Ke depan, tambah Made, masih ada rangkaian acara lagi menuju grand opening. Di antaranya bedah buku kebangsaan dan keagamaan, tasyakuran, pertemuan kader, dan sebagainya.

“Untuk grand opening sedang diatur jadwalnya karena akan dihadiri para pimpinan partai,” ujar politisi yang juga Ketua DPRD Banyuwangi itu.

Dia mengungkapkan, kantor sekretariat yang baru ini adalah hasil gotong-royong seluruh kader, sekaligus mencerminkan kuatnya kebersamaan antarkader.

Terkait materi rangkaian acara menuju sejak soft hingga grand opening, lanjut Made, berfokus pada tiga hal, yaitu rangkaian doa untuk memohon berkah Tuhan, memperkuat rasa kebangsaan, dan mendekatkan diri dengan rakyat.

“Kita padukan antara acara yang berdimensi keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan,” terangnya.

Saat ini, tambah Made, PDIP Banyuwangi juga terus bersinergi dengan banyak kalangan untuk membuat program bersama. Di antaranya dengan PC Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi. Jajaran pengurus PDIP Banyuwangi dan NU pun telah bertemu.

“Kami ingin bahu-membahu bersama NU dan berbagai elemen lainnya untuk menjaga Indonesia, menjaga Pancasila. Dan ini sudah kami mulai di Banyuwangi,” ucap dia.

Secara historis, paparnya, Bung Karno punya relasi kuat dengan NU, dengan KH Hasyim Asyari, di mana Bung Karno meminta fatwa Mbah Hasyim tentang perjuangan melawan penjajah.

“Kalau dalam bahasa Wasekjen PDIP Pak Ahmad Basarah, Bung Karno adalah santri. Karena beliau sejak muda berguru dan menjalin relasi dengan tokoh-tokoh Islam, mulai KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, dan Ahmad Hassan. Jadi kami di Banyuwangi pun melakukan langkah serupa,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Teknologi Harus Diolah Jadi Peluang, Bukan Sekadar Konsumsi

JOMBANG – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...
HEADLINE

Sambut Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Buka Posko Gratis untuk Layani Muktamirin

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman ...