Jumat
23 Oktober 2026 | 7 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Teror Bagi Pendekar Korupsi Tak Bisa Dibiarkan

pdip-jatm-hasto-ssat-di-batu

Hasto mengatakan, intimidasi kepada penegak hukum harus dicegah, dan berharap polisi cepat mengungkap pelaku teror berupa penyiraman air keras tersebut.

“Kami sangat menyesalkan, itu merupakan bagian dari teror bagi para pendekar korupsi. Teror bagi pendekar korupsi tidak bisa kita biarkan karena itu aparat harus mengusut tuntas,” ujar Hasto saat di Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Hasto, teror terhadap aparat penegak hukum tak boleh lagi terjadi. Penegak hukum harus dilindungi. (Baca: Sebut Penyerangan Terhadap Novel Tindakan Brutal, Jokowi Mengutuk!)

“Jangan sampai upaya-upaya untuk memberantas korupsi itu ditakut-takuti, diintimidasi dengan berbagai teror,” tegasnya.

Sementara itu, Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku kaget dan mengecam teror tersebut. Dia mendengar informasi soal penyerangan terhadap Novel usai Salat Subuh.

Atas kejadian itu, kata Djarot, pihaknya akan semakin menggalakkan pemberantasan korupsi. Hal ini menjadi bukti bahwa korupsi masih harus diperangi.

“Ini semakin menguatkan kami ‘perang’ terhadap koruptor untuk membangun pemerintahan bersih tanpa pandang bulu,” tandasnya.

Mantan Wali Kota Blitar dua periode itu juga menyebut tindakan penyiraman air keras tersebut sudah termasuk tindak kriminal. Dia berharap agar polisi segera bisa menangkap pelaku.

“Pak Novel Baswedan penyidik KPK senior, berarti ada teror intimidasi. Udah teror, kriminal kalau sudah ada siram air keras,” tegasnya.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal saat berjalan pulang dari masjid usai salat subuh. Dia kini dirawat intensif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Novel Baswedan sendiri selama ini menangani kasus-kasus besar yang ada di KPK. Dia merupakan penyidik yang dianggap tidak pandang bulu dalam menangani kasus. Salah satu kasus besar yang saat ini dia tangani adalah kasus korupsi e-KTP.

Novel saat ini menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit khusus mata, Jakarta Eye Center (JEC) di Menteng, Jakarta Pusat. Novel memiliki permasalahan dengan pengelihatannya karena siraman air keras.

Serangan terhadap Novel terjadi usai Novel menunaikan salat subuh berjamaah di dekat rumahnya di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakut. Dua orang tak dikenal yang berboncengan motor menyiramkan air keras ke arahnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...
UMKM

Mendorong Kemandirian UMKM Kebun Sagu hingga Pantai Sumilir Tuban

TUBAN – Penguatan ekonomi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Tuban terus dilakukan ...
KRONIK

Mahasiswa Kritisi Anggaran, Sinung Dorong Pembenahan PAD dari Sektor Kopi

BONDOWOSO – Sejumlah mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Bondowoso mengkritik efisiensi anggaran pemerintah ...
KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...