Selasa
23 Juni 2026 | 4 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pak Kus: Warkop Cethe Tulungagung Luar Biasa

pdip-jatim-pak-kus-nyethe1

TULUNGAGUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi, menyempatkan diri menikmati sajian kopi  khas Tulungagung, di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (18/3/2017) malam.

Kedatangan Kusnadi ke desa yang memiliki sekitar 60 warung kopi itu atas ajakan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, usai menikmati pertunjukan seni budaya jaranan di alun-alun depan pendopo kabupaten setempat.

“Luar biasa. Ternyata potensi ekonomi warung kopi di sini tidak kalah dengan usaha lainnya. Malah hasilnya sangat mensejahterakan pemiliknya,” kata Kusnadi, saat mampir di warung kopi (warkop) Mak Tin, di depan Balai Desa Bolorejo.

Politisi  yang akrab disapa Pak Kus ini menyebut potensi ekonomi warkop di Tulungagung sangat bagus, setelah dia melihat sendiri pengunjung warkop Mak Tin.

Menurut Kusnadi, pemilik warkop Mak Tin bisa menghasilkan pendapatan bersih di kisaran Rp 5 juta sehari. “Bayangkan, sehari warung ini menghabiskan 1 kuintal gula, dan 60 kilogram kopi,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dilihat Pak Kus di Warkop Mak Waris di desa yang sama. Meski lokasinya agak masuk ke dalam gang, pengunjung Warkop Mak Waris pun memenuhi bangku-bangku panjang yang mengitari meja-meja kayu.

Sama dengan warkop Mak Tin, pengunjung warkop Mak Waris didominasi anak-anak muda yang menikmati rokok sambil memainkan smartphone.

Yang membedakan dengan warkop di daerah lainnya, sebagian besar pengunjung warkop ini melukis batang rokoknya dengan cethe, atau ampas kopi.

Mereka melukis beberapa batang rokoknya, dengan bermacam motif, dan memajangnya di sisi piring kecil alas gelas (lepek).

(Baca juga: Eva Sarankan Petani Kopi Gunung Wilis Bentuk Koperasi)

Setelah agak kering, mereka mulai menikmati rokok berbalut lukisan dari cethe. Tak ayal, asap rokok beraroma kopi pun memenuhi warkop.

Kusnadi mengaku salut dengan kebiasaan ‘nyethe’ yang membudaya di masyarakat Tulungagung. Apalagi, banyak warga Tulungagung yang terangkat ekonominya dari usaha membuka warkop ini.

Tidak hanya di wilayah Kauman, tapi juga menyebar di kawasan Tulungagung lainnya.

Pada kesempatan itu, Kusnadi juga menikmati kopi cethe Tulungagung yang punya aroma dan rasa khas. Pak Kus juga berbincang dengan anak-anak muda yang sedang nyethe. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Kerahkan 31 Armada Tangani Genangan Usai Hujan Deras Dua Hari

Pemkot Surabaya mengerahkan 31 armada untuk menangani genangan akibat hujan deras selama dua hari. Wali Kota Eri ...
EKSEKUTIF

Cegah Pernikahan Dini, Pemkab Lamongan Cermati 1.228 Pengajuan Dispensi Kawin

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka perkawinan anak di ...
KRONIK

Risma Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sigi, Pastikan Bantuan PDIP Tepat Sasaran untuk Warga

Tri Rismaharini turun langsung ke lokasi gempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk memetakan kebutuhan warga ...
KRONIK

Risma Ingatkan Warga Sulteng Jangan Anggap Remeh Gempa Kecil

Tri Rismaharini mengingatkan warga Sulawesi Tengah agar tidak meremehkan gempa kecil serta mendorong pembangunan ...
KABAR CABANG

Tumpeng Nasi Jagung, Sholawat, dan Harapan Petani Jember di Haul Bung Karno 

Di tengah hujan yang mengguyur Jember, seorang petani membawa tumpeng nasi jagung ke Haul Bung Karno. Sebuah simbol ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Penambahan Layar Bioskop Bukan Solusi Tunggal Perfilman Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan penambahan layar bioskop ...