Senin
26 Oktober 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Minta Pemprov Perhatikan Peredaran Cabai Impor

pdip-jatim-sw-nugroho-sekin

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, SW Nugroho minta pemerintah provinsi memperhatikan maraknya cabai impor yang belakangan membanjiri lapak pedagang di sejumlah kota di Jatim.

Tidak hanya dari sisi aman dikonsumsi, tapi juga terkait legalitas masuknya cabai dari negara India dan China tersebut.

“Kami minta dinas terkait, selain melakukan uji konsumsi, juga uji edar cabai impor,” kata Nugroho, kemarin.

Menurut dia, uji konsumsi diperlukan untuk mengetahui apakah mengandung zat berbahaya, seperti pewarna, dan zat pengawet.

“Sedang uji edar, yang perlu diperhatikan apakah peredarannya di pasar-pasar tidak menyalahi aturan,” urai legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Pemprov Jatim, sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf menyatakan, terhadap cabai kering impor, sudah dilakukan uji laboratorium. “Hasilnya telah keluar dan ternyata negatif, jadi aman dikonsumsi,” ungkap Gus Ipul, pekan lalu.

Gus Ipul juga minta Disperindag Jatim melakukan investigasi terhadap peredaran cabai kering impor ini. Menurutnya, ada dua macam jenis impor produk, yakni untuk keperluan produksi (industri), dan yang kedua untuk diperjualbelikan secara umum kepada masyarakat.

Bila cabai impor memang untuk diperjualbelikan di masyarakat umum, terang dia, berarti tidak ada masalah. “Sebaliknya, bila ini untuk industri, berarti peredaran ini menyalahi aturan,” katanya.

Terkait tingginya harga cabai, tambah Nugroho, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemprov, dalam hal ini Disperindag Jatim. Misalnya, terkait adanya indikasi melambungnya harga cabai karena ulah pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

Namun, sesuai data di lapangan, ungkap Nugroho, melambungnya harga cabai ini lebih dikarenakan faktor cuaca.

Dampak cuaca itu, imbuhnya, membuat hasil panen cabai lokal asal Jatim jumlahnya terus menyusut sehingga membuat harga cabai terus meroket.

Diberitakan, cabai merah kering impor dari China dan India sudah ditemukan beredar di pasar tradisional di beberapa daerah seperti Sidoarjo, Mojokerto, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur.

Cabai merah kering impor ini dijual dengan harga lebih murah, yakni antara Rp 50-70 ribu. Sedang cabai segar lokal harganya masih di atas Rp 100 ribu per kilogram. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Armuji Ajak Anak Muda Surabaya Berani Kritik Pemerintah Tanpa Takut Intimidasi

SURABAYA – Anak muda Surabaya diminta tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan politik maupun ...
KRONIK

Erma Hadiri Syukuran Petik Padi, Serahkan Bantuan Kultivator pada Poktan Remaja Desa Bungur

TULUNGAGUNG – Anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menghadiri syukuran petik padi di Desa ...
KRONIK

Ansari PDIP: Pencegahan Kekerasan pada Anak Dimulai dari Keluarga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengaku prihatin terhadap maraknya kasus kekerasan ...
SEMENTARA ITU...

Diana Sasa Pimpin KBI Magetan, Perluas Minat Anak Muda terhadap Kickboxing

MAGETAN – Diana AV Sasa ingin semakin banyak anak muda Magetan mengenal dan tertarik mencoba kickboxing. Baginya, ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026: Belajar Memahami Sesama, Merawat Alam, dan Menumbuhkan Kepedulian

JAKARTA – Kepedulian tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesediaan mempelajari cara ...
SEMENTARA ITU...

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza ...