Minggu
09 Agustus 2026 | 8 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Minta Pemprov Perhatikan Peredaran Cabai Impor

pdip-jatim-sw-nugroho-sekin

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, SW Nugroho minta pemerintah provinsi memperhatikan maraknya cabai impor yang belakangan membanjiri lapak pedagang di sejumlah kota di Jatim.

Tidak hanya dari sisi aman dikonsumsi, tapi juga terkait legalitas masuknya cabai dari negara India dan China tersebut.

“Kami minta dinas terkait, selain melakukan uji konsumsi, juga uji edar cabai impor,” kata Nugroho, kemarin.

Menurut dia, uji konsumsi diperlukan untuk mengetahui apakah mengandung zat berbahaya, seperti pewarna, dan zat pengawet.

“Sedang uji edar, yang perlu diperhatikan apakah peredarannya di pasar-pasar tidak menyalahi aturan,” urai legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Pemprov Jatim, sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf menyatakan, terhadap cabai kering impor, sudah dilakukan uji laboratorium. “Hasilnya telah keluar dan ternyata negatif, jadi aman dikonsumsi,” ungkap Gus Ipul, pekan lalu.

Gus Ipul juga minta Disperindag Jatim melakukan investigasi terhadap peredaran cabai kering impor ini. Menurutnya, ada dua macam jenis impor produk, yakni untuk keperluan produksi (industri), dan yang kedua untuk diperjualbelikan secara umum kepada masyarakat.

Bila cabai impor memang untuk diperjualbelikan di masyarakat umum, terang dia, berarti tidak ada masalah. “Sebaliknya, bila ini untuk industri, berarti peredaran ini menyalahi aturan,” katanya.

Terkait tingginya harga cabai, tambah Nugroho, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemprov, dalam hal ini Disperindag Jatim. Misalnya, terkait adanya indikasi melambungnya harga cabai karena ulah pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

Namun, sesuai data di lapangan, ungkap Nugroho, melambungnya harga cabai ini lebih dikarenakan faktor cuaca.

Dampak cuaca itu, imbuhnya, membuat hasil panen cabai lokal asal Jatim jumlahnya terus menyusut sehingga membuat harga cabai terus meroket.

Diberitakan, cabai merah kering impor dari China dan India sudah ditemukan beredar di pasar tradisional di beberapa daerah seperti Sidoarjo, Mojokerto, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur.

Cabai merah kering impor ini dijual dengan harga lebih murah, yakni antara Rp 50-70 ribu. Sedang cabai segar lokal harganya masih di atas Rp 100 ribu per kilogram. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Persiga U-17 Dituntut Tampil Maksimal di Piala Soeratin 2026, Doding: Harus Menang dan Lolos

TRENGGALEK – Persiga Trenggalek U-17 dituntut memaksimalkan status sebagai tuan rumah Piala Soeratin 2026 dengan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...
LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...
SEMENTARA ITU...

Lewat Dramasoka Pendekar Caping Gunung, Rijanto Ajak Warga Guyub Bangun Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama ...
LEGISLATIF

Anggota Dewan Ratih Damayanti Bantu Warga Tak Mampu yang Koma 3 Hari dan Terkendala BPJS

LUMAJANG – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lumajang yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kabupaten ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban terus mematangkan rencana perlindungan sosial bagi kader. Sebagai langkah ...