Senin
12 Oktober 2026 | 11 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

F-PDIP Situbondo Akan Laporkan Dugaan Kebocoran Dana SPM

pdip-jatim-narwiyoto-situbondo

SITUBONDO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Situbondo, Narwiyoto menyatakan akan melaporkan pihak RSUD Abdoerrahem kepada aparat penegak hukum terkait adanya kebocoran penggunaan dana pasien yang menggunakan surat pernyataan miskin (SPM).

“Kami dari Fraksi PDIP tidak akan tinggal diam dan akan terus mencari data-data bukti penyalahgunaan dana SPM di rumah sakit milik pemerintah kabupaten. Dan jika ditemukan fakta riil penyimpangan kami tidak akan segan-segan melaporkan kepada aparat penegak hukum dan perlu dicatat ini bukan ancaman tetapi kami siap melapor,” katanya di Situbondo, Jawa Timur, Rabu.

Menurutnya, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) memang tidak ada kalimat yang menjelaskan adanya kerugian negara, akan tetapi dari beberapa dokumen yang menjadi atensi BPK mengarah pada potensi penyalagunaan.

Berdasarkan dari dokumen penyalahgunaan itulah, kata dia, nantinya Fraksi PDIP akan meminta data pasien “by name by adress” atau nama-nama pasien pengguna SPM yang diduga fiktif.

“Ada banyak hal yang harus dicarikan datanya untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi dalam penggunaan SPM dan salah satu contohnya ada 88 orang yang disebutkan tidak diketahui keberadaannya (diduga fiktif) oleh BPK berdasarkan hasil audit dan dari jumlah 88 orang (pasien SPM) tersebut oleh BPK tidak disebutkan identitasnya” paparnya.

Ia mengemukakan bahwa ketika Panitia Kerja (Panja) DPRD Situbondo konsultasi dan membahas hasil audit BPK beberapa waktu lalu, instansi pemeriksa keuangan itu menolak menunjukkan identitas 88 orang pasien SPM diduga fiktif itu.

“Memang kami tidak diberitahu 88 nama pasien diduga fiktif oleh BPK dan pihaknya akan membukan nama dan alamat 88 orang tersebut dengan syarat pimpinan DPRD mengirimkan surat secara resmi,” kata Ketua DPC PDIP Situbondo itu.

Selain itu, lanjut Narwiyoto, juga akan berusaha menggali data-data penting lainnya seperti beberapa pasien yang tidak berdokumen. Karena dalam audit BPK dari 6.219 pengguna SPM pada Juni hingga November 2015, banyak pasien yang tidak berdokumen.

“Belum lagi adanya nomor NIK BPJS yang sama dengan SPM pada Agustus 2016. Seperti yang diketahui dalam audit BPK dicantumkan sebanyak 166 orang yang tidak berdokumen pada bulan itu,” ucapnya.

Ia menambahkan ada 531 pasien SPM yang sebenarnya sudah terdaftar dan memiliki BPJS akan tetapi juga menggunakan SPM di RSUD Abdoerrahem. Terhadap semua itu ia berpendapat dirinya selaku anggota DPRD yang memiliki hak pengawasan.

“Oleh karenanya Fraksi PDIP akan terus mencari data-data hingga fakta yang sebenarnya bisa terungkap karena sejak awal kami sudah meyakini ada pelanggaran dalam penggunaan SPM,” ucapnya. (ant)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...