Sabtu
24 Oktober 2026 | 8 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ujian Nasional Tetap Berlaku, Ini Alasannya

pdip-jatim-doorstop-pramono

JAKARTA – Pemerintah memutuskan tetap memberlakukan ujian nasional (UN). Keputusan itu diambil dalam rapat terbatas dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/12/2016).

“Diputuskan UN itu tetap. UN yang sekarang berlaku, tetap diberlakukan begitu,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Jokowi ingin setiap siswa di Indonesia dapat bersaing tidak hanya tingkat nasional tapi juga hingga ke internasional.

“Presiden betul-betul menginginkan agar siswa kita bukan hanya menjadi petarung pada tingkat lokal saja, tetapi juga bisa bersaing pada tingkat internasional. Maka untuk itu UN tetap dijalankan,” kata Pramono.

Untuk mencapai target itu, pemerintah akan melakukan serangkaian penambahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan ujian nasional. Salah satunya dengan memasukkan kisi-kisi nasional pada ujian sekolah.

“Kenapa itu dilakukan? Karena memang bentuk ukurannya adalah kita ingin pendidikan kita bukan hanya sekolah-sekolah baik saja, sekolah-sekolah bagus saja yang semakin bagus, tetapi juga bisa ada pemerataan,” lanjut dia.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menambahkan, ada alasan lain kenapa Presiden Joko Widodo memutuskan mempertahankan UN di Indonesia. Yakni untuk mempertahankan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA).

PISA merupakan survei internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa berusia 15 tahun. Survei tiga tahunan ini diselenggarakan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan konsorsium internasional yang membidangi masalah sampling, instrumen, data, dan pelaporan.

Survei PISA menyebutkan, bahwa sebenarnya pendidikan di Indonesia sudah on the right track. Survei PIDA juga menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia setiap tahun meningkat tajam. Peningkatan kualitas ini terlihat dari tahun 2003 hingga 2016.

Bahkan, PISA memprediksi pada 2030 Indonesia akan menjadi bagian dari negara-negara yang memiliki pendidikan terbaik di dunia. PISA melihat pendidikan Indonesia butuh penyempurnaan.

Keputusan untuk tetap meneruskan pemberlakuan UN akan dilakukan dengan sejumlah perbaikan. Salah satunya, pemerintah terus mendorong perbaikan kualitas guru.

“Guru yang sudah disertifikasi tentunya ditingkatkan dari waktu ke waktu kemampuannya sehingga dengan demikian akan ada evaluasi kinerja guru,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Deni Wicaksono Ingatkan Warga Jangan Gadaikan Masa Depan karena Politik Uang

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menggadaikan masa depan ...
KRONIK

Erma Beri Bantuan Gerobak dan Pendampingan pada UMKM Desa Tulungrejo

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, memberikan bantuan gerobak dan pendampingan ...
LEGISLATIF

Baktiono Desak Perda Air Limbah Surabaya Segera Dijalankan, Tarif Warga Harus Terjangkau

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya sekaligus Ketua Pansus Air Limbah Domestik, Baktiono, mendesak Pemerintah ...
KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...