Kamis
16 April 2026 | 6 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Ajak Warga Surabaya Tak Ikut Aksi 2 Desember

pdip-jatim-risma-di-dpr

pdip-jatim-risma-di-dprJAKARTA — Wali Kota Tri Rismaharini mengimbau warga Kota Surabaya agar tidak datang ke Jakarta pada aksi demonstrasi 2 Desember 2016 mendatang.

“Saya menyarankan, enggak usah ke Jakarta-lah. Untuk apa,” kata Risma, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Dia enggan memastikan, bahwa nantinya tak ada warga Surabaya yang ikut aksi tersebut. Namun, pendekatan kepada warga telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Kami sudah lakukan pendekatan dari kecamatan gandeng sama muspida. Kecamatan ada Koramil, Polsek sudah mendekati warga-warga,” ungkapnya.

Risma juga membantah saat ditanyakan apakah ada agenda serupa di Surabaya. Menurutnya, hingga hari ini belum ada laporan terkait hal tersebut.

“Enggak (ada agenda). Sampai hari ini enggak ada. Belum ada, mudah-mudahan enggak ada,” ucapnya.

Wali kota dari PDI Perjuangan ini menegaskan, dirinya sama sekali tidak menerima surat imbauan dari Polrestabes Surabaya yang meminta Dinas Perhubungan tidak mengeluarkan rekomendasi izin trayek bagi angkutan pembawa peserta aksi demo ke Jakarta.

“Enggak ada katanya surat dikirim ke aku, aku sudah buktikan kan kami pakai elektronik jadi mudah sekali dibuktikannya enggak ada. Sudah saya lihat dari tanggal 21 sampai 25, enggak ada surat masuk itu,” tegasnya.

Risma datang ke DPR untuk memenuhi undangan Panja Penegakan Hukum Komisi III terkait kasus kebakaran pembangunan Pasar Turi. Pemanggilan tersebut guna menindaklanjuti aduan warga ke Komisi III awal 2016 lalu.

Masih terkait rencana aksi demo 2 Desember, Mendagri Tjahjo Kumolo mengimbau pegawai negeri sipil (PNS) di luar Jakarta tidak ke Ibu Kota jika hanya untuk mengikuti aksi.

Menurut Tjahjo, jika PNS ingin ikut serta menjadi bagian dari kegiatan tersebut, maka sedianya dilakukan dilakukan di daerah masing-masing.

“Kalau doa bersama untuk NKRI, untuk keselamatan bangsa dan negara, untuk tetap terjaganya Pancasila dan UUD 1945 dan kemajemukan bangsa, bisa dilakukan doa bersama di daerah masing masing-masing melibatkan seluruh elemen masyarakat di daerah,” kata Tjahjo.

Dia menegaskan, PNS tetap harus memprioritaskan pelayanan terhadap publik yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Maka dari itu, jika ingin mengikuti kegiatan tersebut, sedianya mereka tidak menyebab pelayanan terhadap publik menjadi terganggu.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menambahkan, semua pihak juga tetap harus menjunjung keamanan dan ketertiban bersama. Hal ini demi kesatuan NKRI.

“Kapolri menjaga kamtibmas bersama TNI dan PNS serta elemen-elemen masyarakat lainnya, khususnya ulama, wajib menjaga stabilitas nasional dan stabilitas daerah,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...