Rabu
01 Juli 2026 | 2 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eva Sundari: Pancasila Sebagai Strategy Counter Radikalisme

pdip-jatim-eva-di-tokyo

pdip-jatim-eva-di-tokyoTOKYO – Dalam panel bertopik Challenges for Women in Muslim Countries, The Perspective of Women Muslim Democrats, Eva Sundari mendiskusikan menguatnya radikalisme sebagai ancaman terhadap perempuan.

Dia menyampaikan, ratusan perda berisi pembatasan dan pelarangan khusus untuk perempuan berdampak pada menyempitnya kesempatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya maupun keluarganya.

Perda-perda yang dia sebur diskriminatif itu, misalnya pembatasan waktu dan ruang  perempuan untuk bergerak. Hal itu, menurutnya, berujung pada tingkat kesejahteraan ekonomi perempuan yang lebih rendah dari laki-laku, sehingga rendah pula modalitas para perempuan.

“Di tingkat nasional, penetapan minimum umur  perempuan untuk menikah yaitu 16 tahun akan tetap menjadi penyumbang terbesar angka kematian ibu melahirkan. Dan tentu saja penyebab rendahnya partisipasi perempuan di dunia kerja,” kata Eva, Jumat (25/11/2016).

Dia menawarkan Pancasila sebagai prinsip-prinsip nilai dalam mengembangkan demokrasi di negara muslim. Sebab, sebutnya, kekuatan Pancasila sangat Islami dan sejalan dengan nilai-nilai demokrasi universal.

Jika Pancasila bisa menjadi penangkal radikalisme di Indonesia yang mayoritas muslim, ujarnya, tentu bisa digunakan di negara-negara Islam yang sedang konflik maupun punya potensi konflik. Sebab, lanjut Eva, konflik atau perang saat ini hanya terjadi antar-muslim sendiri.

Kekuatan Pancasila, imbuhnya, adalah sifat inklusif karena masing-masing sila saling melengkapi sehingga bisa menciptakan perilaku toleransi dalam masyarakat yang majemuk.

Sehingga, menjadi solusi bagi adanya global trend dari radikalisme yang dipicu dari sikap dan mentalitas intoleransi yang ekslusif dan dapat berujung pada perilaku terorisme.

Dalam panel tersebut ada beberapa narasumber, seperti Nurul Izzah Anwar (Parliament Malaysia), Reem Abu Hassan (mantan Mensos Jordan), Yoriko Kawaguchi (eks MP Jepang), dan Zahra Saeedi Mobarak (Parliament Iran). Moderatornya, Ima Abdulrachim dari Habibie Institute.

Panel tersebut adalah bagian dari konferensi The Third World Forum for Muslim Democrats di Tokyo, 24-25 November 2016. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ratusan Pecatur Muda Gresik Berlaga di Soekarno Cup 2

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar turnamen Catur Soekarno Cup 2 Gresik Junior Chess Fighter ...
KRONIK

Banggar DPR Sepakati Anggaran Sekolah Swasta Gratis pada RAPBN 2027

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menyepakati tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor ...
KRONIK

Menghidupkan Marhaenisme di Hutan Jono: Saat Gotong Royong Petani Menjinakkan Paceklik Ekonomi

BOJONEGORO – Di tengah bayang-bayang pelemahan ekonomi dan penurunan daya beli yang kian menjepit masyarakat bawah, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Batu Minta Tiga Raperda Strategis Segera Diimplementasikan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis yang telah ...
KABAR CABANG

Airlangga Pribadi: Tantangan Kemerdekaan Kini Hadir dalam Ketimpangan Ekonomi Digital

Airlangga Pribadi Kusuma menilai tantangan kemerdekaan Indonesia kini hadir dalam ketimpangan ekonomi digital. ...
KRONIK

Pawai Muharram Sumenep, Ajang Pembentukan Karakter Generasi Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melapas Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, pada ...