NGAWI – Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 6–11 November 2026. Selain mengebut persiapan venue, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi juga menyiapkan bonus uang tunai puluhan juta rupiah bagi para atlet yang berhasil meraih medali.
Ajang olahraga tingkat provinsi ini akan mempertandingkan 30 cabang olahraga (cabor), di mana 21 cabor di antaranya bakal digelar di wilayah Kabupaten Ngawi.
Adapun pembukaan POPDA XV Jatim rencananya digelar meriah di Alun-Alun Merdeka Ngawi pada Jumat (6/11/2026) dengan menghadirkan grup musik Guyon Waton.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan, sebanyak 250 atlet lokal diterjunkan untuk bertanding di 23 cabor. Pihaknya optimistis Ngawi mampu mendulang banyak medali dari sejumlah cabor unggulan, seperti ski air, tinju, wushu, MMA, hingga woodball.
”Kita optimistis di beberapa cabang olahraga unggulan, kita bisa mendulang banyak medali,” ujar Ony saat melepas kontingen Ngawi, Selasa (3/11/2026).
Guna mendongkrak motivasi para atlet, Pemkab Ngawi mengalokasikan bonus berprestasi dengan besaran Rp 25 juta untuk medali emas, Rp 15 juta untuk perak, dan Rp 10 juta untuk perunggu. Skema ini disatukan dengan besaran apresiasi pada ajang Porprov Jatim sebelumnya.
Venue Pertandingan dan Rencana Revitalisasi Stadion
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik sarana pertandingan terus dikebut dan telah mencapai 85 persen menjelang hari pembukaan.
Langkah persiapan ini turut mendapat pengawalan ketat dari Komisi III DPRD Kabupaten Ngawi. Pihak legislatif menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah arena utama, termasuk Alun-Alun Merdeka, Stadion Ketonggo, GOR Bung Hatta, hingga lapangan sepak bola Desa Jambangan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi, Soeradji, menilai secara keseluruhan 23 venue yang disiapkan telah layak dan tinggal menyisakan perbaikan minor.
Pengawasan juga akan terus dilanjutkan selama kompetisi bergulir untuk mengantisipasi kendala fasilitas.
Di samping kesiapan ajang POPDA, Soeradji menambahkan bahwa Pemkab dan DPRD Ngawi berkomitmen memperkuat infrastruktur olahraga daerah secara berkelanjutan, salah satunya melalui alokasi anggaran Rp 22 miliar pada tahun 2027 untuk pembenahan Stadion Ketonggo.(amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













