Kamis
01 Oktober 2026 | 8 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pedagang Puger Tolak Alun-Alun Diubah, Tabroni Minta Pemerintah Duduk Bersama Warga

PDIP-Jatim-Tabroni-01102026

JEMBER – Sehari setelah pedagang Pasar Tanjung berunjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, giliran pedagang UMKM Alun-alun Puger mendatangi DPRD Jember, Kamis (1/10/2026).

Mereka meminta rencana revitalisasi alun-alun yang dikaitkan dengan rencana penerimaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) PT Imasco dipertimbangkan kembali.

Keberatan pedagang bukan semata soal pembangunan. Mereka mempersoalkan rencana perubahan alun-alun menjadi taman kota yang berpotensi menghilangkan lapangan sepak bola yang selama ini digunakan warga sebagai ruang olahraga.

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, yang menemui perwakilan warga Puger di ruang Banmus, mengatakan rencana revitalisasi alun-alun pernah disampaikan Bupati Jember dalam acara “Bunga Desaku”.

Namun, menurut dia, rencana tersebut tidak sederhana. Alun-alun bukan hanya ruang terbuka hijau, melainkan juga ruang bermain anak dan tempat warga menjalankan aktivitas ekonomi.

“Revitalisasi itu masalahnya kompleks. Jadi butuh duduk bersama antara pemerintah, PT Imasco, dan warga,” ujar Tabroni.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, pemerintah memiliki peran mempertemukan kepentingan berbagai pihak agar rencana pembangunan tidak berjalan sepihak.

“Itulah fungsi pemerintah sebagai fasilitator berbagai kepentingan yang ada di daerah,”  jelasnya.

Tokoh masyarakat Puger, Abdul Halim, mengatakan pemerintah perlu memikirkan keberlangsungan pedagang jika revitalisasi tetap dilaksanakan. Menurut dia, setiap rencana pembangunan yang berdampak terhadap pedagang semestinya dikomunikasikan, terutama mengenai kemungkinan relokasi.

Pedagang nasi goreng, Lukman, menyampaikan permintaan serupa. Ia berharap pedagang tetap diberi ruang untuk berjualan setelah revitalisasi.

“Yang utama, selama ada pembangunan kami meminta pemerintah mencarikan tempat penggantinya,” ujarnya.

Rencana revitalisasi itu kini tidak hanya menyangkut perubahan fisik alun-alun. Pemerintah juga perlu memperhitungkan fungsi ruang tersebut sebagai tempat olahraga, aktivitas warga, dan sumber penghidupan pedagang UMKM. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Resmi Beroperasi, Pasar Banyuwangi Padukan Konsep Modern-Heritage

BANYUWANGI – Pasar Banyuwangi yang selesai direvitalisasi oleh Kementerian PU mulai beroperasi pada Kamis ...
KRONIK

Pedagang Puger Tolak Alun-Alun Diubah, Tabroni Minta Pemerintah Duduk Bersama Warga

JEMBER – Sehari setelah pedagang Pasar Tanjung berunjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk Temui Raffa di Gang Asemrowo, Perjuangkan Hak Sekolah Anak Disabilitas

GANG sempit di kawasan Asemrowo, Surabaya, mulai lengang ketika seorang pria dengan sepeda motor RX King menyusuri ...
LEGISLATIF

Puan Ungkap Alasan Persetujuan Pergantian Kapolri di DPR Berjalan Cepat

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap alasan proses persetujuan pergantian Kapolri di DPR berjalan cepat. ...
KRONIK

Hari Kesaktian Pancasila, Mbak Susy: Semangat Pancasila Harus Hadir di Ruang Digital

SURABAYA – Semangat Pancasila harus mampu hadir mengikuti perkembangan zaman, termasuk di ruang digital. Generasi ...
LEGISLATIF

Guntur Petakan Aspirasi Gerakan Koperasi Blitar, Cari Solusi Sesuai Persoalan

BLITAR – Persoalan yang dihadapi gerakan koperasi di Kabupaten Blitar mulai dipetakan untuk dicarikan solusi ...