Sabtu
03 Oktober 2026 | 5 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Mancilan Keluhkan Persoalan Kesehatan Jiwa hingga Bantuan Pertanian ke Wiwin PDIP

PDIP-Jatim-Wiwin-Sumrambah-24092026

JOMBANG – Persoalan layanan kesehatan jiwa hingga kebutuhan bantuan alat pertanian menjadi sejumlah keluhan yang disampaikan warga Kelurahan Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, kepada Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Kebangsaan di Kelurahan Mancilan, Sabtu (26/9/2026).

Selain kesehatan dan pertanian, warga juga menyampaikan persoalan pemutakhiran data sosial ekonomi, pengembangan UMKM, hingga budidaya ikan.

Dari sejumlah aspirasi tersebut, persoalan pelayanan dan pendampingan kesehatan jiwa menjadi salah satu perhatian warga. Relawan desa mengusulkan penyederhanaan proses registrasi dan pendataan warga dengan gangguan jiwa melalui dinas terkait.

Mereka juga mengusulkan dukungan biaya pengobatan serta transportasi atau ambulans bagi pasien yang membutuhkan penanganan di rumah sakit.

Wiwin mengatakan persoalan kesehatan jiwa perlu mendapat perhatian karena tidak hanya menyangkut pasien, tetapi juga keluarga yang mendampingi dan merawatnya.

“Pelayanan kesehatan jiwa harus mudah diakses masyarakat. Jangan sampai keluarga yang sudah menghadapi persoalan kesehatan masih dibebani proses administrasi yang rumit maupun kesulitan ketika harus membawa pasien mendapatkan perawatan,” kata Wiwin.

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut, penyederhanaan proses pendataan juga penting agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa.

“Data yang baik akan menentukan bagaimana intervensi pemerintah diberikan. Karena itu, pendataan harus dibuat sederhana, mudah diakses, dan terus diperbarui,” ujarnya.

Selain persoalan kesehatan, tokoh masyarakat Mancilan juga menyampaikan perlunya pemutakhiran data desil. Data tersebut dinilai perlu kembali dicek agar mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sebenarnya.

Wiwin menuturkan akurasi data menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah tepat sasaran.

“Kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa berubah. Karena itu, data tidak bisa hanya mengandalkan pendataan lama. Harus ada pengecekan dan pemutakhiran agar program yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi warga,” tuturnya.

Sementara dari sektor ekonomi, pelaku UMKM mengusulkan pelaksanaan bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam mengembangkan usaha.

Wiwin mengatakan pelaku UMKM membutuhkan pendampingan yang tidak berhenti pada bantuan, tetapi juga menyentuh kemampuan mengelola usaha, mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.

“UMKM membutuhkan keterampilan untuk mengembangkan usahanya. Bantuan penting, tetapi kemampuan mengelola usaha dan membaca peluang pasar juga harus diperkuat,” katanya.

Kelompok tani di Mancilan juga menyampaikan kebutuhan bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuat kegiatan pertanian lebih efisien.

Menurut Wiwin, kebutuhan sarana pertanian harus dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas petani.

“Alsintan dibutuhkan untuk membantu petani bekerja lebih efisien. Dengan dukungan alat yang sesuai, beban kerja bisa lebih ringan dan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Selain kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan atau pokdakan mengusulkan bantuan sarana budidaya dan dukungan pengembangan usaha perikanan. Pengembangan budidaya ikan dinilai dapat menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat.

Wiwin memaparkan pengembangan sektor tersebut perlu disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masyarakat setempat.

“Kalau masyarakat memiliki potensi budidaya ikan, tentu perlu dikembangkan. Tetapi bukan hanya sarana yang diberikan, masyarakat juga perlu mendapatkan pengetahuan dan pendampingan agar usaha tersebut bisa berjalan secara berkelanjutan,” paparnya.

“Yang kita dengarkan hari ini adalah persoalan konkret masyarakat. Ada kesehatan, ada data, ada UMKM, pertanian dan perikanan. Semua harus dilihat berdasarkan kebutuhan warga, bukan sekadar program yang datang dari atas,” pungkas Wiwin. (yol/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...
KABAR CABANG

Tujuh Hari Wafat Guruh, Ratusan Warga dan Kader PDIP Bangkalan Gelar Doa Bersama

BANGKALAN – Ratusan kader PDI Perjuangan dan masyarakat Kabupaten Bangkalan berkumpul untuk menggelar doa bersama ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting dari 4 Kecamatan

​MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus memperkuat konsolidasi organisasi ...
KRONIK

Buka Turnamen Mini Soccer, Bupati Fauzi Sebut Usia Dini Jadi Fondasi Penting Karakter Pemain

SUMENEP- Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembinaan sepak bola tidak boleh berhenti pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Biro BUMD-BLUD Jatim Harus Dongkrak Dividen dan PAD

SURABAYA – Pembentukan Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jawa ...