Jumat
23 Oktober 2026 | 11 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

IMG-20260902-WA0048
DPC PDI Perjuangan Tuban menyakurkan air bersih di desa terdampak kekeringan, Desa Jati, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Rabu (2/9/2026).

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan solusi jangka panjang untuk mengatasinya, tak cukup hanya memasok air bersih saat kekeringan terjadi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban, Ony Setyawan, menegaskan bahwa bantuan tangki air yang selama ini disalurkan ke wilayah terdampak seperti Desa Kaligede, Sidoharjo, dan Jati hanyalah penanganan sementara.

“Bantuan air sifatnya gotong royong dan darurat. Kami mendorong melalui Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban agar pemerintah daerah segera mengambil langkah kebijakan jangka panjang. Air adalah kebutuhan dasar, rakyat tidak boleh dibiarkan kehausan,” ujar Ony, Minggu (6/9/2026).

Pria yang juga anggota DPRD Jatim itu menambahkan, partainya melalui Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban bakal mendorong pemerintah daerah untuk membuat berbagai program yang bersifat penanganan jangka panjang seperti percepatan pembangunan embung dan perluasan jaringan pipanisasi.

​Penanganan terstruktur dinilai mendesak mengingat karakteristik batuan gamping di jalur Pegunungan Kendeng Utara membuat air hujan sangat cepat meresap ke dalam tanah. Sehingga memicu krisis air konsumsi dan ancaman gagal panen di enam kecamatan rawan, seperti Grabagan, Semanding, Montong, Kerek, Parengan, dan Senori.

​​Waduk Mikro hingga Pipanisasi Lintas Kecamatan
Sekretaris DPC Tuban, Kusmen, menyatakan pihaknya melalui rapat DPC telah merumuskan berbagai penanganan jangka panjang.

Semisal pembangunan embunh dan waduk mikro, untuk menangkap dan menyimpan air hujan sebelum hilang di kawasan karst.

Berita terkait:DPC Tuban Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan, Kali Ini di Soko

Berikutnya, ​oipanisasi lintas kecamatan. Yakni, mengalirkan air dari sumber mata air stabil di kawasan Semanding dan Merakurak menuju zona merah kekeringan di Grabagan dan Kerek.

Penanganan lain yakni optimalisasi sumur dalam berbasis geolistrik lewat program PAMSIMAS. Serta reboisasi kawasan hulu dengan tanaman berakar dalam seperti beringin, aren, bambu dan sebagainya guna memperkuat daya simpan air tanah.

​​”Sinergi antara infrastruktur, pelestarian bukit kapur, dan modernisasi pertanian akan menciptakan ketahanan air. Tujuannya agar wilayah terdampak bisa mandiri air dan tidak lagi bergantung pada bantuan darurat setiap musim kemarau,” kata Kusmen.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...