JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penanganan secara menyeluruh. Selain memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung, ia meminta dugaan insiden tersebut diinvestigasi untuk mengungkap penyebab keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru.
“Biaya harus ditanggung dan investigasi,” kata Ama Siswanto, Kamis (3/9/2026).
Menurut Ama, dugaan gangguan kesehatan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius. Program MBG menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak, sehingga keamanan dan kualitas pangan harus menjadi perhatian utama.
Ia menegaskan, kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Terlebih, munculnya keluhan kesehatan setelah konsumsi menu MBG telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.
“Tidak boleh terjadi lagi karena orang tuanya trauma karena makan menu MBG,” ujarnya.
Ama meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan siswa. Rangkaian penyediaan makanan juga perlu ditelusuri, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga distribusi makanan ke sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan. Apakah benar berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain yang turut memengaruhi.
Karena itu, Ama meminta hasil pemeriksaan medis dan laboratorium menjadi dasar dalam menentukan kesimpulan maupun langkah tindak lanjut. Dengan demikian, penanganan tidak dilakukan berdasarkan dugaan semata.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) 5 itu menegaskan, investigasi juga tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab.
Lebih dari itu, hasil investigasi harus menjadi pijakan untuk memperbaiki sistem dan memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG benar-benar diterapkan.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Evaluasinya harus menghasilkan perbaikan konkret,” tegasnya.
Dugaan gangguan kesehatan terjadi setelah siswa SMPN 1 Kabuh menerima menu MBG pada Rabu (2/9/2026). Hingga Kamis siang, tercatat 85 siswa dan empat guru mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, pusing, sakit perut dan diare. Sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan rawat jalan di Puskesmas Kabuh.
Sejumlah siswa juga menyoroti lauk udang saus Padang yang menjadi salah satu menu MBG. Mereka mengaku mencium aroma amis dan merasakan lauk tersebut terasa asam.
Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium. Hingga kini belum dapat dipastikan bahwa menu MBG merupakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa maupun guru.
Ama menilai kepastian penyebab justru menjadi alasan penting dilakukannya investigasi secara menyeluruh. Dengan fakta yang terukur, evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG dapat dilakukan secara objektif sekaligus memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













