Kamis
03 September 2026 | 12 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri: Maulid Nabi Jangan Sekadar Bersholawat, Teladani Akhlak Rasulullah

pdip jatim 260903 brayakan maulid sby 1

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan Maulid Nabi tidak cukup dengan bersholawat, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan dan kepedulian kepada sesama.

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diisi dengan bersholawat. Menurutnya, makna utama Maulid harus diwujudkan melalui keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Eri saat menghadiri Gebyar Hari Besar Islam bertajuk “PKK Bersholawat, Meraih Cinta dan Syafaat Nabi Muhammad” yang digelar TP PKK Kota Surabaya di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026).

Sekitar 1.400 anggota dan keluarga besar TP PKK mengikuti kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut.

“Kalau kita ingin mendapatkan cinta Rasulullah, tidak cukup hanya banyak bersholawat. Kita juga harus berusaha meneladani akhlak beliau, menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Eri.

Menurut Eri, nilai keteladanan tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Surabaya yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam pembangunan kota. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat.

“Surabaya tidak mungkin menjadi kuat kalau hanya dibangun oleh pemerintah. Surabaya menjadi kuat karena masyarakatnya saling membantu, saling menjaga, dan saling peduli,” ujarnya.

Karena itu, Eri mendorong kader PKK menjadi penggerak pembangunan hingga tingkat lingkungan. Kedekatan kader dengan warga dinilai menjadi kekuatan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung sekaligus memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran.

Terutama dalam menangani berbagai persoalan sosial dan kemiskinan, kader PKK diminta aktif mengenali kondisi warga di lingkungannya.

Eri juga mengaitkan peran kader PKK dengan penguatan Kampung Pancasila. Para kader diharapkan ikut memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian serta intervensi melalui program pemerintah.

“PKK harus menjadi ujung tombak untuk menyampaikan mana yang benar, mana yang keliru, dan mana yang masih kurang. Kita harus bersama-sama memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Semangat berbagi juga mewarnai peringatan Maulid tersebut. Tradisi brayakan kembali digelar dengan membagikan 2.233 barang kepada peserta, mulai perlengkapan rumah tangga, makanan ringan hingga sabun.

Bagi Eri, tradisi tersebut bukan sekadar pembagian barang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kearifan lokal sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong.

Ia pun mengajak masyarakat memperkuat budaya infak dan sedekah. Menurutnya, nilai sedekah tidak ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan keikhlasan dan kemampuan masing-masing.

“Sedekah tidak perlu dilihat dari nilainya. Sesuaikan dengan kemampuan kita. Yang penting ikhlas. Jangan sampai ada yang membandingkan besar kecilnya pemberian,” tuturnya.

Eri menilai potensi zakat, infak, dan sedekah di Surabaya perlu dikelola secara optimal dan terintegrasi agar semakin banyak warga yang membutuhkan dapat terbantu.

“Sehingga zakat yang terkumpul di Surabaya harus diprioritaskan untuk membantu warga Surabaya,” katanya.

Pesan tentang kepedulian juga ia kaitkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga pelayanan publik dan ketertiban pembayaran parkir secara digital.

Eri menegaskan penerimaan parkir yang dikelola secara resmi akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat melalui berbagai program, seperti pendidikan gratis, kesehatan, dan kebutuhan pembangunan lainnya.

“Uang dari parkir yang masuk ke pemerintah digunakan kembali untuk masyarakat, seperti pendidikan gratis, kesehatan, dan berbagai kebutuhan pembangunan,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak tinggal diam ketika menemukan sesuatu yang dinilai tidak benar. Keberanian memperbaiki kesalahan, menurutnya, juga merupakan bagian dari upaya meneladani Rasulullah SAW.

“Warga Surabaya jangan diam ketika ada yang tidak benar. Kalau ada yang tidak tepat, mari dibenarkan. Inilah semangat Maulid Nabi, bagaimana kita meneladani Rasulullah untuk berbuat baik dan memperbaiki sesuatu yang belum benar,” katanya.

Eri juga menekankan pentingnya peran ibu-ibu PKK dalam membangun karakter keluarga. Nilai kejujuran, kepedulian, toleransi, dan gotong royong perlu ditanamkan sejak lingkungan keluarga.

“Kalau seorang ibu mengajarkan anaknya menghormati orang lain, menyayangi sesama, rajin beribadah, dan membantu orang yang membutuhkan, insya Allah akan lahir generasi Surabaya yang memiliki akhlak baik,” tuturnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri: Maulid Nabi Jangan Sekadar Bersholawat, Teladani Akhlak Rasulullah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan Maulid Nabi tidak cukup dengan bersholawat, tetapi harus diwujudkan ...
KABAR CABANG

Guntur Soroti Literasi Politik Anak Muda, Apatisme Harus Dijawab dengan Edukasi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menyoroti pentingnya meningkatkan literasi ...
LEGISLATIF

Khamim Perluas Potensi Susu Dusun Brau Lewat Festival Nyusu Bareng

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari mendorong potensi susu lokal Dusun Brau, ...
BERITA TERKINI

Keluhan Peziarah Berulang, Eri Perketat Pengawasan Anjal di Kawasan Makam Sunan Ampel

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pengawasan terhadap anak jalanan (anjal) dan pengamen di ...
KRONIK

Biaya Mahal Pilkades Dikhawatirkan Saring Kandidat Berkualitas

JEMBER – Mahalnya biaya pencalonan kepala desa mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Jember. Mereka khawatir ...
KRONIK

Tampung Keluhan Wali Murid hingga Guru, Bupati Ipuk Bahas Isu Pendidikan di Forum Gesah Bareng

BANYUWANGI – Program “Gesah Bareng Ambi Bupati” kembali digelar, pada Rabu (2/9/2026), di Pendopo Sabha Swagata ...