SURABAYA — Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima pelajar harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak, bukan untuk kepentingan orang tua. Pesan tersebut disampaikan PDI Perjuangan saat menyalurkan bantuan PIP jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno kepada 140 pelajar di Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Ketua PAC PDI Perjuangan Bubutan, H Tri Didik Adiono atau Didik Beldex, menegaskan bantuan pendidikan tersebut harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar benar-benar membantu siswa dari keluarga kurang mampu menjalani pendidikan.
“Pesan saya, beasiswa ini jangan sampai digunakan untuk kepentingan orang tua. Bantuan ini untuk anak, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya,” tutur Didik usai Sosialisasi dan Penyerahan Sertifikat PIP di kantor PAC PDI Perjuangan Bubutan, Minggu (30/8/2026).
Sebanyak 140 pelajar di wilayah Bubutan menerima PIP melalui jalur aspirasi Puti Guntur Soekarno. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu untuk pelajar SD, Rp750 ribu untuk SMP, serta Rp1,8 juta untuk pelajar SMA/SMK.
Didik mengapresiasi perjuangan Puti Guntur Soekarno dalam memperjuangkan bantuan pendidikan tersebut hingga dapat diterima pelajar di wilayah Bubutan. “Alhamdulillah, pembagian PIP berjalan lancar, dan semua penerimanya tepat sasaran,” ucapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Armuji serta Aliyudin, tenaga ahli Puti Guntur Soekarno.

Menurut Didik, penyaluran PIP menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian PDI Perjuangan terhadap dunia pendidikan. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak tetap dapat bersekolah tanpa terkendala kebutuhan dasar pendidikan.
Program PIP yang disalurkan di Bubutan merupakan hasil aspirasi Puti Guntur Soekarno yang kemudian disalurkan melalui DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya hingga tingkat PAC.
Didik yang juga anggota DPRD Kota Surabaya menambahkan, pendampingan terhadap penerima bantuan menjadi penting agar PIP benar-benar memberikan manfaat bagi siswa yang membutuhkan.
Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut diharapkan mampu membantu siswa dari keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan sekolah, mulai dari perlengkapan belajar hingga kebutuhan penunjang lainnya.
PDI Perjuangan juga berharap program PIP dapat terus berkelanjutan setiap tahun. Dengan demikian, semakin banyak anak dari keluarga miskin maupun rentan miskin yang memperoleh dukungan pendidikan dan terhindar dari risiko putus sekolah.
Melalui PIP, bantuan pendidikan diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan tunai, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar dan menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













