Minggu
16 Agustus 2026 | 2 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wasekjen PDIP: Islam dan Nasionalisme Adalah Pancasila

pdip-jatim-basarah-rakerda-jatim-2016

pdip-jatim-basarah-rakerda-jatim-2016JAKARTA – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah menegaskan, Pancasila merupakan sintesis antara Islam dan nasionalisme. Keduanya ibarat sepasang rel kereta api yang harus selalu berdampingan dengan kokoh untuk mengantarkan penumpangnya sampai pada tujuannya.

Menurut Basarah, jika salah satu dari rel kereta api itu patah, maka akan berisiko jatuhnya kereta api dari atasnya.

“Risikonya bukan hanya penumpang kereta api itu tidak akan sampai tujuan, tapi penumpang-penumpang kereta api tersebut akan celaka,” ucap Basarah dalam keterangan tertulis kepada media, Minggu (30/10/2016) malam.

Hal ini disampaikan Basarah saat bersama Sekjen PDIP Hasto Kristyanto menghadiri pelantikan pengurus cabang Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) se-Bangka, di Pangkalpinang.

Pelantikan dihadiri Ketua DPD PDIP Provinsi Bangka Belitung Rustam Effendi, calon gubernur Bangka Belitung yang juga petahana, serta Sekretaris Umum Pengurus Pusat Bamusi Nasyirul Falah Amru.

Basarah menambahkan, sejarah pembentukan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa tidak dapat dipisahkan dari gerakan kaum Islam dan kaum kebangsaan. Baik pada konteks gerakan pemikiran maupun gerakan politik.

Poltisi yang juga Sekretaris Dewan Penasihat Bamusi Pusat ini menerangkan, pergerakan kaum kebangsaan yang dimulai dengan berdirinya Perkumpulan Boedi Oetomo tahun 1908. Kemudian diikuti dengan berdirinya perkumpulan-perkumpulan atau organisasi-organisasi gerakan lainnya seperti perkumpulan Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama (1926) dan Partai Nasional Indonesia/PNI (1927).

Dimensi pergerakan kaum Islam dan kaum kebangsaan tersebut, paparnya, kemudian terinternalisasi dalam gerakan pemikiran dan gerakan politik Sukarno.

Konstruksi pemikiran politik awal yang menggembleng Sukarno, ungkap Basarah, adalah HOS Tjokroaminoto dan KH Ahmad Dahlan saat dia berusia remaja di Surabaya. Kemudian konstruksi pemikiran sosialisme dan kebangsaan diperoleh Sukarno saat belajar di ITB Bandung.

“Dua dimensi pemikiran Islam dan kebangsaan itulah yang akhirnya oleh Sukarno dikonseptualisasikan menjadi Pancasila yang sekarang menjadi konsensus dasar bangsa Indonesia sebagai ideologi negara,” ujar Basarah, yang juga legislator DPR RI ini.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kehadiran Bamusi termasuk di wilayah Bangka Belitung dalam rangka memperbaiki wajah partai politik.

“Diharapkan Bamusi mampu mengimplementasikan Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia Raya,” kata Hasto.

Hasto pun minta para pengurus yang baru dilantik untuk bisa ikut memperkenalkan wajah PDIP dari sisi lain. “Politik itu seyogianya tidak bisa dipisahkan dari sisi keagamaan,” tuturnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musran Tuntas, PDIP Kabupaten Blitar Bidik 22 Kursi pada Pemilu 2029

PDIP Kabupaten Blitar menuntaskan Musran se-kabupaten dan membidik 22 kursi DPRD pada Pemilu 2029 melalui penguatan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Apresiasi Bringinan, Pisang Cavendish Jadi Sumber Ekonomi Warga

Novita Hardini mendorong budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan, Ponorogo, menjadi model pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Pesan Bupati Fauzi untuk Paskibraka 2026: Disiplin Jangan Cuma Pas Upacara!

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Agung Keraton, Sabtu ...
KRONIK

Tiga Wasit Perempuan Warnai Laga Soekarno Cup 2026 di Bangkalan

BANGKALAN – Laga Banteng Papua Tengah melawan Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion ...
KRONIK

Banteng Papua Tengah Tekuk Sulawesi Selatan 2-0 di Soekarno Cup 2026

BANGKALAN – Banteng Papua Tengah meraih kemenangan 2-0 atas Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...