SURABAYA – Gol cepat I Putu Kenzie Radhitya membawa Bali mengalahkan Banteng Jatim dengan kemenangan tipis 1-0 pada semifinal Soekarno Cup 2026 di Gelora 10 November, Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Gol pemain bernomor punggung 22 itu lahir melalui serangan cepat dari sisi kiri, sesaat setelah kick off. Umpan yang diterimanya langsung dimanfaatkan menjadi gol dan membuat Banteng Bali memegang kendali pertandingan sejak awal.
Bagi Banteng Jatim, gol di detik ke-23 tersebut menjadi pukulan awal yang tidak mudah dibalas.
Tertinggal cepat, tim tuan rumah mencoba bangkit. Serangan dibangun melalui kedua sisi sayap untuk membongkar pertahanan Bali. Namun, hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir, sejumlah peluang yang diciptakan belum mampu mengubah kedudukan.
Tekanan semakin berat ketika Banteng Jatim harus bermain dengan 10 pemain. Ryanata Yoga Permana diganjar kartu merah pada menit 90+3 setelah insidennya lebih dulu ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR).
Peluit panjang akhirnya memastikan Bali melaju ke final dengan kemenangan 1-0.
Bagi pelatih Banteng Jatim, Hendra Setiawan, kekalahan tersebut tidak hanya menjadi persoalan gol cepat. Ia menilai mental pemain ikut terpengaruh setelah tim tertinggal sejak awal.
Dia juga mempertanyakan sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan, termasuk beberapa insiden yang menurutnya tidak ditinjau melalui VAR.
Meski kecewa, tim pelatih Banteng Jatim memilih tidak membiarkan kekalahan tersebut berlarut-larut. Fokus pertama adalah mengembalikan kondisi mental para pemain sebelum menghadapi laga perebutan juara ketiga.
“Sementara kita fokus untuk menenangkan anak-anak, terus mengembalikan mood anak-anak, mengembalikan mentalnya lagi. Itu sih yang paling penting sekarang,” ujar Hendra.
Efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah peluang yang didapat sepanjang turnamen belum selalu mampu dikonversi menjadi gol.

“Kemudian mungkin finishing kita perbaiki lagi, karena beberapa pertandingan juga kita di finishing kurang, kita akan evaluasi,” tuturnya.
Banteng Jatim masih memiliki kesempatan menutup perjalanan di Soekarno Cup 2026 dengan raihan juara ketiga. Mereka akan menghadapi Banteng Papua pada laga perebutan posisi tersebut.
“Kita tetap menatap untuk juara 3 dengan semangat, optimis, kita bakal dapat juara 3-nya ya. Pertandingan final terakhir kita selesaikan dengan juara, dengan kemenangan. Insya Allah, fokus, final terakhir, laga terakhir, insya Allah kita menang,” tegasnya.
Sementara bagi Banteng Bali, kemenangan atas tuan rumah menjadi tiket berharga menuju partai puncak.
Assistant Manager Banteng Bali Aa Putu Sudirka Yoga Semadi menyebut kemenangan tersebut terasa istimewa karena anak asuhnya mampu bermain lepas di tengah tekanan besar dari tuan rumah.
“Pertandingan yang luar biasa ya hari ini. Anak-anak bermain lepas tanpa beban, jadi bisa menguasai sepanjang pertandingan 90 menit. Itu adalah suatu mukjizat bagi kami melawan tuan rumah, di mana tekanan tuan rumah sangat luar biasa dalam pertandingan ini,” ujar Putu.
Namun, Bali tidak ingin terlalu lama merayakan kemenangan.
Di final, mereka sudah ditunggu Banteng Jawa Barat. Tim pelatih Bali akan kembali mengevaluasi penampilan dan mematangkan persiapan melalui latihan.
Bahkan, permainan Jawa Barat telah mereka pantau melalui rekaman pertandingan dan pengamatan langsung.
“Tentunya kami sudah perhatikan di YouTube, kita sudah melihat secara langsung bagaimana kita analisa nanti,” kata Putu.
Ia berharap para pemain kembali tampil tanpa beban pada laga puncak, sekaligus lebih tenang dalam menyelesaikan peluang.
“Harapannya nanti di partai final kami bisa bermain lepas dan lebih bagus lagi, lebih tenang lagi dalam penyelesaian akhir dalam partai final nanti,” ujarnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












