BANGKALAN – Hening dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Bangkalan. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tampak khusuk.
Mereka larut dalam upacara kehormatan dan renungan suci yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Minggu (16/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan Naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci oleh Inspektur Upacara, AKBP Wibowo. Lalu dilanjutkan dengan penyalaan obor sebagai simbol penghormatan sekaligus penerangan dalam mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa penghormatan kepada para pahlawan tidak cukup dilakukan dengan mengenang nama dan jasa mereka. Semangat perjuangan mereka harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Renungan suci ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Ada air mata, darah, pengorbanan, dan perjuangan para pahlawan yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa ini,” ujar Lukman.
“Karena itu, tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga kemerdekaan tersebut dengan sebaik-baiknya,” lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu.
Menurut Lukman, perjuangan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda. Jika dahulu para pahlawan berjuang mengusir penjajah dan mempertahankan kedaulatan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan.
“Perjuangan kita hari ini adalah menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, meningkatkan pelayanan publik, dan memastikan pembangunan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Bangkalan,” terangnya.
Lukman mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman. Semangat pantang menyerah, tambah dia, keberanian, persatuan, keikhlasan, dan kecintaan terhadap bangsa harus terus ditanamkan kepada generasi penerus.
“Jangan sampai generasi kita hanya mengenal pahlawan dari nama yang tertulis di monumen atau buku sejarah. Yang lebih penting adalah memahami nilai perjuangan mereka dan meneruskannya dalam kehidupan,” tuturnya.
“Mari kita jadikan kemerdekaan ini sebagai amanah untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat, Kabupaten Bangkalan, dan Indonesia,” tandasnya. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













