Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera sebatas seremoni, tetapi sebagai pembentukan karakter dan jiwa kebangsaan.
TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan puluhan anggota Paskibraka 2026 bahwa tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. Di balik tugas tersebut, ada tanggung jawab untuk menghormati perjuangan para pahlawan sekaligus menyiapkan diri menjadi generasi penerus pembangunan bangsa.
Pesan itu disampaikan Doding saat memberikan pembekalan kepada Paskibraka Kabupaten Trenggalek yang akan bertugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026).
Menurut Doding, para anggota Paskibraka merupakan generasi muda terpilih yang memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab lebih untuk menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Karena para generasi muda ini adalah aset bangsa. Maka dari itu perlu kiranya memberikan wejangan agar nantinya benar-benar berjiwa kebangsaan dan menjadi pionir dalam pembangunan,” kata Doding.
Ia menilai pembentukan karakter generasi muda tidak kalah penting dibanding kemampuan akademik. Nilai Pancasila, nasionalisme, kedisiplinan, gotong royong, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki fondasi kuat ketika kelak memegang peran dalam pembangunan.
Doding juga mengingatkan bahwa generasi muda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi calon pemimpin masa depan. Karena itu, pengalaman menjadi Paskibraka diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian upacara selesai.
“Kami yakin para Paskibraka ini adalah pemuda yang sudah terpilih dan melalui seleksi. Maka dari itu laksanakan tugas pada peringatan HUT Kemerdekaan RI nanti dengan semangat yang tinggi,” pesannya.
Dalam pembekalan tersebut, Doding juga menjelaskan peran dan fungsi DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan eksekutif perlu diawasi agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai ketentuan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Namun, materi yang diberikan Doding tidak hanya berkaitan dengan kelembagaan DPRD. Ia juga mengaitkan tugas Paskibraka dengan nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, menjadi Paskibraka harus dimaknai sebagai sebuah kehormatan sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan.
“Menjadi Paskibraka adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan wujud kecintaan kepada tanah air. Utamanya di tanah kelahiran Trenggalek tercinta ini,” ujarnya.
Doding berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka untuk tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berintegritas, berprestasi, dan memiliki kepribadian kebangsaan.
Ia juga berharap para Paskibraka 2026 kelak mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Trenggalek maupun Indonesia.
“Menjadi Paskibraka bukan hanya soal berdiri tegak di lapangan dan mengibarkan bendera. Ada nilai disiplin, tanggung jawab, persatuan dan kecintaan kepada bangsa yang harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Doding menegaskan pengalaman selama mengikuti proses seleksi, latihan hingga menjalankan tugas upacara dapat menjadi latihan kepemimpinan bagi para generasi muda.
“Dari Paskibraka, kita tanamkan disiplin. Dari generasi muda, kita bangun masa depan bangsa,” pungkasnya. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













