Rabu
14 Oktober 2026 | 1 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

IMG-20260814-WA0029

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur pendapatan yang masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Struktur pendapatan daerah Kabupaten Magetan masih didominasi dana transfer dari pemerintah pusat,” kata Plt Ketua DPRD Magetan, Suyatno usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Magetan, Jumat (14/8/2026) sore.

Karena itu, kata dia, “Pemkab harus terus berupaya menggenjot dan memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Magetan ke depan.”

Pada rapat dengan agenda penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 itu, DPRD dan Pemkab Magetan menyepakati dokumen perencanaan anggaran untuk tahun mendatang.

Meski postur APBD ke depan masih bergantung pada dana transfer pusat, Suyatno menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 harus difokuskan pada penyelesaian isu-isu krusial dan kebutuhan mendasar warga.

Ia mengimbau agar alokasi anggaran benar-benar bertumpu pada skala prioritas serta menyerap aspirasi riil dari masyarakat.

“Arah kebijakan APBD 2027 harus berorientasi pada penguatan serta peningkatan ekosistem ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan,” ujar Suyatno.

Suyatno menegaskan bahwa penyusunan KUA-PPAS 2027 harus dirancang secara selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2026.

Selain itu, Suyatno menyampaikan pembangunan daerah pemkab Magetan juga harus disinkronkan dengan program strategis Asta Cita dari Pemerintah Pusat dan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jawa Timur.

Dijelaskan politisi Senior PDI Perjuangan ini, dalam kesepakatan dokumen ini, Pemkab Magetan mematok target pertumbuhan ekonomi makro sebesar 5,32 persen pada 2027.

Angka tersebut dipandang optimistis karena berada pada batas atas kisaran target Provinsi Jawa Timur yang berada di rentang 4,69 hingga 5,32 persen.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...
KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...