Minggu
27 September 2026 | 6 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

pdip jatim 260810 mhsa 2

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain nasional dan menuju level internasional.

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 diarahkan bukan sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi panggung pembinaan talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain nasional. PDI Perjuangan menegaskan kompetisi usia 17 tahun tersebut akan terus didorong sebagai ruang bagi pemain muda mengasah kemampuan dan membuka jalan menuju level internasional.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mengatakan keberadaan kompetisi sepak bola usia muda sangat penting untuk memperluas ruang pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Said saat membuka Soekarno Cup 2026 di Gelora 10 November, Surabaya, Senin (10/8/2026).

“Kami siap melayani sepenuh hati, perlakuan yang sama. Talenta 16 provinsi akan menjadi cikal bakal pemain nasional,” kata Said.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut, pembinaan pemain harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia muda. Kompetisi seperti Soekarno Cup dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk mental dan karakter pemain.

“Jika terus dilakukan dari usia 17 tahun maka kita akan memiliki mimpi, tidak lama lagi bisa berlaga di event internasional,” ujarnya.

Said menegaskan Jawa Timur sebagai tuan rumah berkomitmen menyelenggarakan Soekarno Cup secara profesional dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Seluruh kontingen juga akan mendapatkan perlakuan yang sama selama mengikuti kompetisi.

“Kami sebagai tuan rumah Soekarno Cup, berketetapan hati bahwa kompetisi ini, pertandingan 16 tim ini, kami akan menjadi tuan rumah baik, profesional, menjaga kewibawaan pertandingan, dan kami tegakkan fair play,” tegas Said.

Selain mengejar prestasi, dia meminta kompetisi menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan karakter kebangsaan. Ia menegaskan tidak boleh ada diskriminasi maupun rasisme terhadap peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Tidak ada sikap dari kami untuk rasis bagi sesama saudara kita. Ini adalah sikap yang akan kami tunjukkan sebagai tuan rumah,” tegasnya.

Menurut Said, sepak bola tidak hanya berbicara tentang menang dan kalah. Pertemuan pemain muda dari berbagai provinsi juga menjadi kesempatan membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia.

“Untuk menciptakan karakter berbangsa dan bernegara yang menjadi idaman kita semua,” ujarnya.

Ketua Panitia Lokal Soekarno Cup, Eri Cahyadi, mengatakan kompetisi tersebut diharapkan meninggalkan pengalaman penting bagi seluruh peserta sekaligus melahirkan pemain yang kelak memperkuat Timnas Indonesia.

“Momen yang tidak terlupakan di hati, akan lahir pemain nasional dari pertandingan Soekarno Cup,” kata Wali Kota Surabaya tersebut.

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 tim dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Jambi, dan Sumatera Utara.

Kompetisi menggunakan format empat grup. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke babak delapan besar, semifinal, hingga final.

Pada laga pembuka, tim Banteng Jatim berhadapan dengan Banteng Jawa Barat. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...