Jumat
04 September 2026 | 7 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

pdip jatim 260720 nobar blitar

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar justru dipenuhi orang. Ada yang datang berboncengan, ada pula yang menggandeng anaknya yang memaksa ikut begadang demi menyaksikan final Piala Dunia.

Tak ada kursi VIP. Yang ada hanya layar besar, kursi-kursi sederhana, karpet untuk lesehan, dan ratusan pasang mata yang menunggu peluit pertama dibunyikan.

Argentina melawan Spanyol.

Dua nama besar itu mendadak menjadi bahan obrolan siapa saja. Orang yang baru bertemu beberapa menit sebelumnya bisa saling menyapa hanya karena berbeda jagoan.

“Argentina menang.”

“Ah, Spanyol lebih rapi.”

Perdebatan kecil itu selalu berakhir dengan tawa.

Di sudut lain, panitia sibuk membagikan makanan dan minuman hangat. Tidak mewah, tetapi cukup membuat suasana terasa akrab.

Tak ada yang sungkan mengambil secangkir kopi atau sebungkus makanan. Semua menikmati malam dengan cara yang sama.

Barangkali memang begitulah sepak bola bekerja. Ia mampu menghapus sekat-sekat yang sering hadir dalam kehidupan sehari-hari. Jabatan, profesi, usia, bahkan pilihan hidup, seolah berhenti sejenak ketika bola mulai bergulir.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, mengatakan sejak awal kegiatan itu memang dirancang bukan sekadar untuk menonton pertandingan. Yang ingin dihadirkan adalah ruang perjumpaan.

Ruang di mana masyarakat bisa berkumpul tanpa beban, bercanda, saling mengenal, dan pulang dengan perasaan lebih dekat daripada saat datang.

Sebab, menurutnya, sepak bola adalah bahasa yang hampir semua orang mengerti. Tak membutuhkan penerjemah. Satu gol saja sudah cukup membuat orang asing saling berpelukan.

Pandangan itu diamini Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga hadir di acara nobar. Baginya, olahraga selalu memiliki kemampuan menghadirkan persaudaraan dengan cara yang sederhana. Orang datang membawa perbedaan, tetapi pulang membawa pengalaman yang sama.

Laga akhirnya usai.

Sorak-sorai perlahan berubah menjadi obrolan santai. Anehnya, justru setelah peluit panjang berbunyi, tak sedikit warga yang memilih tetap bertahan.

Mereka menghabiskan sisa kopi, menikmati hidangan yang masih tersedia, lalu berbincang tentang banyak hal.

Tentang pertandingan yang baru selesai.

Tentang pekerjaan.

Tentang anak-anak.

Tentang kampung yang mereka tinggali.

Udin, seorang peserta, mengaku itulah bagian yang paling ia sukai. Final Piala Dunia memang menjadi alasan datang.

Namun, yang dibawa pulang bukan hanya cerita tentang siapa juara dunia.

Ia pulang membawa cerita bahwa malam itu ia bertemu banyak orang, bercakap tanpa canggung, dan merasakan kembali hangatnya kebersamaan yang mulai jarang ditemukan di tengah kesibukan masing-masing.

Mungkin itulah yang sering terlupakan dari sebuah nonton bareng.

Skor pertandingan suatu hari akan dilupakan. Siapa pencetak gol mungkin tak lagi diingat beberapa tahun kemudian.

Tetapi suasana ketika orang-orang duduk berdampingan, tertawa bersama, saling menyuguhi makanan, lalu pulang dengan hati yang lebih hangat, sering kali justru tinggal lebih lama dalam ingatan.

Karena pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang sebelas pemain yang berebut bola di lapangan.

Kadang, ia hanya menjadi alasan agar orang-orang kembali duduk semeja, saling menyapa, dan menyadari bahwa kebersamaan selalu menemukan jalannya, bahkan di sebuah dini hari di Kota Blitar. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...