Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat langkah antisipasi musim kemarau dengan memastikan ketersediaan solar subsidi bagi petani dan memperluas program listrik masuk sawah melalui pembangunan ratusan sumur submersible.
KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang dengan memastikan ketersediaan solar subsidi bagi petani serta mempercepat program listrik masuk sawah melalui pembangunan sumur submersible.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air irigasi sekaligus mempertahankan produktivitas sektor pertanian.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Koordinasi dengan Pertamina difokuskan pada penyediaan solar subsidi untuk operasional pompa air dan alat mesin pertanian (Alsintan). Sementara bersama PLN, Pemkab Kediri mempercepat penyediaan jaringan listrik guna mendukung pengoperasian sumur submersible di lahan pertanian.
Selain menjaga pasokan air, Pemkab Kediri juga terus menekan biaya produksi petani melalui berbagai program bantuan. Tahun ini, pemerintah menyalurkan 200 ton benih jagung yang diperuntukkan bagi lahan seluas 13.300 hektare.
Mas Dhito yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu menegaskan dukungan kepada petani tidak berhenti pada bantuan benih. Pemerintah daerah juga menyiapkan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
“Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” kata Mas Dhito, dikutip Selasa (7/7/2026).
Untuk mempermudah akses solar subsidi, Pemkab Kediri juga memangkas birokrasi pengurusan rekomendasi. Kini petani cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang selanjutnya mengurus seluruh proses administrasi hingga penerbitan barcode pembelian BBM subsidi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan rekomendasi dapat diterbitkan pada hari yang sama setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap.
“Rekom dari kami, hari itu juga kita kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” jelasnya.
Meski proses dipermudah, pengawasan terhadap pemanfaatan BBM subsidi tetap diperketat agar penggunaannya sesuai peruntukan, yakni untuk kebutuhan pompa air dan operasional alat mesin pertanian.
Di sisi lain, Pemkab Kediri juga mempercepat pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai pemerintah pusat maupun daerah. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air irigasi sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pertanian di tengah ancaman musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan koordinasi dengan PLN terus dilakukan agar kebutuhan pasokan listrik bagi sumur submersible dapat diprioritaskan sehingga manfaat program dapat segera dirasakan kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









