Jumat
26 Juni 2026 | 9 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puluhan Muralis Siap Corat Coret Dinding Kantor DPC Lamongan

IMG-20260625-WA0059_copy_724x482

LAMONGAN – Puluhan muralis atau seniman mural bakal melukis di dinding kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan Lamongan yang direncanakan pada hari Minggu (28/6/2026).

Puluhan seniman tergabung dalam beberapa tim tersebut akan berlaga dalan festival mural yang digelar DPC Lamongan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno tahun ini.

Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, & Pendidikan DPC PDI Perjuangan Lamongan, Supriyo, pada Kamis (25/6/2026), menerima kedatangan para peserta festival memperebutkan hadiah jutaan rupiah itu.

Dari proses pendaftaran peserta yang dibuka sejak 16 sampai 25 Juni, hingga saat ini tercatat sedikitnya 18 tim dari kawasan Gerbangkertasusila plus.

Meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Bojonegoro, dan Tuban) telah terverifikasi siap adu kreativitas.

“Lima puluh persen di antaranya merupakan talenta lokal asli Lamongan. Bagi para seniman sarinluar kota, panitia menyediakan fasilitas akomodasi berupa penginapan dan konsumsi gratis, yang lolos verifikasi,” imbuhnya.

Pada festival beberapa hari mendatang, setiap tim yang terdiri dari 2 hingga 3 orang akan ditantang menyelesaikan karya mereka dalam durasi waktu 6 hingga 8 jam. Mereka akan memanfaatkan total ruang dinding 120 hingga 150 meter yang tersebar di 8 titik area dalam ruangan dan dinding utama bagian depan Kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Festival tahun ini mengusung tema utama “Api Perjuangan Bung Karno: Berdikari, Gotong Royong, dan Indonesia Raya”. Tema besar ini diturunkan ke dalam lima subtema inspiratif, mulai dari Trisakti dan Kemandirian Bangsa, Gotong Royong sebagai Jati Diri Indonesia, Marhaen dan Keadilan Sosial, Bung Karno hingga Generasi Masa Depan, serta Nasionalisme dalam Kebhinekaan.

“Tujuan utama kami adalah memicu ruang ekspresi publik yang edukatif. Kita ingin menginternalisasi pemikiran mendalam Bung Karno kepada generasi milenial dan Gen-Z lewat cara yang mereka sukai, yaitu seni visual. Ini adalah tentang gotong royong dan nasionalisme,” tambah Priyo.

Untuk menjaga kualitas kompetisi secara objektif, panitia menerapkan kriteria penilaian yang ketat: Kesesuaian Tema (30%), Orisinalitas Gagasan (25%), Teknik dan Komposisi Visual (25%), serta Penyampaian Pesan (20%). Para peserta akan memperebutkan total 6 kategori juara utama serta satu kategori Juara Favorit pilihan publik.

“Semangat gerilya lewat coretan dinding di masa kemerdekaan itulah yang ingin kita teladani dan transformasikan di era modern ini sebagai media penyampai pesan sosial dan nasionalisme,” ujar pria yang akrab disapa Priyo.

Membumikan Gagasan Besar Lewat Estetika Visual

Antusiasme tinggi dari peserta salah satunya datang dari Use Eko Murwanto, peserta asal Kota Surabaya. Pria yang merupakan seorang pelukis kanvas profesional ini mengaku langsung mendaftarkan diri begitu mendengar kabar mengenai kompetisi ini pasca-lolos proses verifikasi panitia.

“Saya sangat berterima kasih kepada DPC PDI Perjuangan Lamongan yang menggelar event ini di Bulan Bung Karno. Sebagai pengagum berat Bung Karno, bagi saya ikut serta dalam acara ini hukumnya adalah wajib,” ucap Use Eko penuh semangat.

Menariknya, Use Eko tergolong sebagai pendatang baru dalam lanskap seni jalanan (street art) bertema Bung Karno yang diadakan oleh partai berlogo banteng tersebut. Pengalaman mural perdananya baru dimulai dua minggu lalu pada kategori umum di Brebes, Jawa Tengah.

“Melukis itu sudah menjadi denyut kehidupan saya. Jadi, menjalaninya lewat festival seperti ini rasanya senang dan bahagia saja. Kebahagiaan itu kan tidak ada tokonya, jadi kita sendiri yang harus menciptakan,” tuturnya bijak.

Saat disinggung mengenai tantangan teknis bermigrasi dari media kanvas ke dinding semen, Use Eko membeberkan bahwa adaptasi material cat menjadi seni tersendiri yang harus ia taklukkan.

“Bedanya ada di bahan baku. Kalau di kanvas saya biasa memakai oil color (cat minyak) yang proses pengeringannya lama, jadi kita bisa menyelinginya dengan aktivitas lain. Sementara mural menggunakan water color (cat air) yang dalam hitungan menit saja goresan kuasnya sudah langsung kering di dinding. Di sinilah letak kesulitannya, saya masih harus terus belajar dan mencari ritme,” tuturnya.

Komitmen Abadi: Menolak Menghapus Karya Sejarah

Apresiasi luar biasa juga ditegaskan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan, Erna Sujarwati. Ia memastikan bahwa seluruh karya mural yang dihasilkan oleh para peserta tidak akan pernah dihapus atau dicat ulang ke warna putih semula. Dinding kantor partai akan dibiarkan menjadi monumen hidup tempat ide-ide kreatif masyarakat abadi bersemi.

“Sebelumnya dinding kantor kami nampak putih polos biasa. Hadirnya festival mural ini akan membuat wajah kantor PDI Perjuangan Lamongan berubah total, penuh warna, dan hidup. Inilah manifestasi dari wajah partai ke depan: selalu dinamis, inklusif, dan melahirkan gagasan-gagasan kebudayaan yang tak terduga untuk masyarakat,” ucap Erna optimis. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Siapkan Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Jadi Materi Wajib SD-SMP

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan 1–2 jam pelajaran khusus tentang Bung Karno bagi siswa SD dan SMP melalui ...
KABAR CABANG

Puluhan Muralis Siap Corat Coret Dinding Kantor DPC Lamongan

LAMONGAN – Puluhan muralis atau seniman mural bakal melukis di dinding kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Siap Kawal SPMB Jalur Afirmasi bagi Anak Buruh dan Keluarga Miskin

DPRD Jawa Timur menyatakan siap mengawal pelaksanaan SPMB jalur afirmasi bagi anak buruh dan keluarga miskin. ...
LEGISLATIF

Atasi Kemacetan, DPRD Banyuwangi Dorong ASDP Tambah dan Upgrade Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mendorong ASDP Indonesia Ferry untuk membangun dermaga baru dan mengupgrade ...
KRONIK

Mbak Nia Salurkan Beasiswa untuk 40 Mahasiswa di Dapil I Sumenep

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, kembali menyalurkan bantuan beasiswa kepada ...
KRONIK

Wakil Bupati dan Ketua DPRD Temui Massa Aksi Demo Mahasiswa 6+5 Ngawi

NGAWI – Aliansi mahasiswa di Kabupaten Ngawi menggelar aksi demonstrasi dengan membawa 11 tuntutan terkait isu ...