DPC PDI Perjuangan Trenggalek menggelar pelatihan media sosial dan digital marketing bagi kader muda dari 14 PAC. Sekretaris DPC Doding Rahmadi menegaskan media sosial harus dimaksimalkan untuk sosialisasi program partai, menyerap aspirasi, dan mendekatkan kader dengan masyarakat.
TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggenjot kemampuan kader muda di bidang media sosial melalui pendidikan politik yang dibalut pelatihan media sosial dan digital marketing UMKM. Pelatihan ini diikuti kader dari 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang nantinya menjadi pengelola akun resmi PAC di masing-masing kecamatan.
Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat kanal digital partai sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat. Akun media sosial PAC di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, hingga X (Twitter) diharapkan menjadi ruang sosialisasi program partai sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan pemberdayaan PAC hingga ranting di bidang pengelolaan media sosial menjadi bagian dari program partai di tingkat kabupaten. Menurut dia, media sosial tidak selalu membawa dampak negatif, justru bisa menjadi kekuatan besar jika dikelola secara tepat.
“Maka dari itu, PAC harus punya akun media sosial. Nantinya, melalui akun ini menjadi media untuk sosialisasi program. Termasuk di antaranya menampung aspirasi dari kalangan bawah hingga generasi muda,” kata Doding Rahmadi, di kantor DPC, Kamis (25/6/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek itu menjelaskan, pelatihan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur agar kader partai semakin adaptif terhadap perkembangan dunia digital. Menurutnya, media sosial cukup efektif untuk mendekatkan partai dengan masyarakat, tetapi pengelolaannya harus tetap mengikuti kaidah dan koridor partai.
“Media sosial cukup ampuh untuk mendekatkan dengan masyarakat. Tetapi syaratnya harus melalui rel-rel yang telah ditentukan. Artinya, tidak semua postingan bisa diposting. Harus sesuai dengan kaidah-kaidah partai dan tentunya menarik,” ujarnya.
Doding menilai tantangan utama di media sosial bukan hanya soal kehadiran akun, melainkan kemampuan menghadirkan konten yang relevan dan menarik perhatian publik. Ia menegaskan, pengguna media sosial saat ini semakin selektif, sehingga kreativitas kader menjadi kunci agar pesan yang disampaikan tidak sekadar lewat, tetapi benar-benar diterima masyarakat.
“Viewer saat ini juga cerdik. Tidak menarik ya ditinggalkan. Nah, untuk membuat postingan menarik itulah dibutuhkan kreativitas. Saya yakin PAC yang memiliki kader muda punya skill untuk dikembangkan,” katanya.
Selain penguatan media sosial, DPC PDI Perjuangan Trenggalek juga meminta PAC memaksimalkan website resmi partai. Setiap kegiatan yang dinilai penting dan menarik, menurut Doding, sudah semestinya dipublikasikan sebagai bagian dari adaptasi partai terhadap perkembangan teknologi informasi.
“Karena perkembangan teknologi saat ini luar biasa, berubah dalam detik. Maka dari itu, mau tidak mau kader harus siap dan bisa memanfaatkan,” tegasnya.
Pelatihan media sosial tersebut juga menggandeng pegiat website internal di bawah naungan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Melalui pelatihan itu, DPC berharap kader muda Trenggalek tidak hanya piawai memproduksi konten digital untuk membesarkan partai, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang komunikasi politik yang lebih dekat dengan masyarakat. (aaz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









