Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak awal 2026. Program rutin bedah rumah ini disebut sebagai wujud nyata ajaran Bung Karno tentang gotong royong dan keberpihakan pada wong cilik.
KOTA BATU – Rumah Ngatemin (59), warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak awal 2026. Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) itu dijalankan rutin setiap bulan sebagai bentuk realisasi nilai-nilai pemikiran Bung Karno, terutama keberpihakan pada wong cilik dan semangat gotong royong.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu Khamim Tohari mengatakan, program bedah rumah menjadi salah satu cara partainya memaknai Bulan Bung Karno 2026 melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Bung Karno selalu mengajarkan kita untuk berada di tengah-tengah rakyat, menangis dan tertawa bersama mereka. Bedah rumah ini adalah bentuk komitmen kami untuk membumikan ajaran beliau, memastikan tidak ada warga yang luput dari rasa aman di rumahnya sendiri,” kata Khamim.
Program sosial itu dijalankan melalui gerakan Berjualan atau Bersama Berjuang Sosial Kemasyarakatan. Dana renovasi rumah dihimpun dari urunan kader dan simpatisan partai. Dalam kurun sekitar enam bulan, program tersebut telah menjangkau 12 rumah warga di tiga kecamatan, yakni Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
“Setiap bulan kami jadwalkan bedah rumah secara bergilir di tiga kecamatan. Jadi program ini terus berjalan. Kalau memang kebutuhan di lapangan semakin banyak, bisa saja frekuensinya ditambah menjadi dua kali dalam sebulan,” ujarnya.

Menurut Khamim, rumah-rumah yang dibedah umumnya memang membutuhkan perhatian pemerintah. Namun, tidak sedikit warga yang terkendala persoalan administrasi maupun faktor lain, sehingga DPC PDI Perjuangan memilih bergerak secara mandiri agar bantuan bisa lebih cepat dirasakan masyarakat.
“Kami ingin PDI Perjuangan di Kota Batu benar-benar berbaur dengan masyarakat, tertawa bersama rakyat, menangis bersama rakyat, dan hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Bagi Ngatemin, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kondisi rumahnya yang sudah lama membutuhkan perbaikan. Ia mengaku terharu karena akhirnya rumah yang ditempatinya bisa direnovasi.
“Alhamdulillah, saya sebagai kader PDIP merasa senang sekali karena terpilih mendapatkan program bedah rumah ini. Rumah saya memang sudah lama butuh perbaikan dan sekarang akhirnya bisa direnovasi,” ujarnya.
Selain program bedah rumah, DPC PDI Perjuangan Kota Batu sebelumnya juga menggelar sarasehan dan doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-56 Bung Karno di Wisma Bima Shakti, kawasan Taman Rekreasi Selecta, Sabtu (20/6/2026) malam. Lokasi itu dipilih karena memiliki nilai sejarah yang terkait dengan perjalanan Bung Karno.
Melalui rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini, DPC PDI Perjuangan Kota Batu ingin menunjukkan bahwa kehadiran partai politik tidak hanya berhenti pada agenda politik, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat. Program bedah rumah diharapkan terus memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Kota Batu. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









