Senin
22 Juni 2026 | 6 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua Komisi D DPRD Lumajang Dorong Penguatan UHC dan Penataan Zonasi Guru

IMG-20260622-WA0018_copy_597x398

LUMAJANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang mendorong pemerintah daerah setempat untuk melakukan langkah strategis dalam membenahi sektor kesehatan dan pendidikan.

​Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, menyatakan bahwa salah satu solusi konkret di sektor kesehatan adalah optimalisasi konsep Universal Health Coverage (UHC).

Targetnya, minimal 80 persen pasien yang dilayani oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan kepesertaan BPJS Kesehatan.

​”Tentu ini harus disokong penuh oleh APBD, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Supratman saat memberikan keterangan di Lumajang, Jawa Timur, Senin (22/6/2026).

Kemandirian Medis Daerah
​Selain penguatan jaminan kesehatan
Supratman yang juga mewakili DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, meminta pemerintah daerah untuk menambah jumlah poli pelayanan di seluruh rumah sakit milik daerah.

​Langkah ini dinilai krusial agar fasilitas kesehatan di Lumajang mampu menangani berbagai kasus medis tanpa harus merujuk pasien ke luar kota. Selama ini, perjalanan medis ke luar daerah kerap membebani masyarakat dari segi waktu dan biaya yang tidak sedikit.

​“Harapan ke depan, tidak hanya menyelamatkan masyarakat Lumajang agar tidak perlu berobat ke luar kota, tetapi bagaimana rumah sakit kita justru bisa menjadi rujukan bagi masyarakat dari luar daerah,” tambahnya.

Efisiensi Tenaga Pendidik dan Seragam Gratis
​Beralih ke sektor pendidikan, Supratman menyoroti pentingnya reformasi tata kelola tenaga pendidik. Pihaknya menginisiasi kebijakan penataan ulang penempatan kepala sekolah dan guru untuk tingkat SD/MI serta SMP/MTs dengan mempertimbangkan kedekatan geografis tempat tinggal.

​Menurut dia, penyesuaian lokasi kerja ini sangat mendesak demi menjaga produktivitas dan kualitas pengajaran di sekolah.

​“Ini penting untuk meningkatkan efisiensi waktu, mencegah kelelahan fisik akibat perjalanan jauh, serta memastikan dedikasi dan fokus guru sepenuhnya tercurah pada tugas pendidikan,” kata Supratman.

​Di samping penataan zonasi guru, Komisi D DPRD Lumajang juga menegaskan komitmennya terhadap akses pendidikan yang terjangkau.

Pemerintah daerah diminta memastikan bahwa pembagian seragam untuk siswa baru diberikan secara gratis tanpa dibarengi pungutan dalam bentuk apa pun. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Silaturahmi Kebangsaan, Megawati Sambut Hangat Jajaran Tokoh Gerakan Nurani Bangsa

JAKARTA – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima ...
KABAR CABANG

Bung Karno Pernah Sekolah di Sidoarjo? Jejak Sejarah SDN Pucang II Mulai Dikaji

SIDOARJO – Sejarah Presiden pertama RI, Ir Soekarno kembali menjadi perhatian di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ...
KRONIK

Madura EV-Day 2026, Wadah Strategis Perkenalkan Motor Listrik dan Penggunaan Energi Bersih

SUMENEP – PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Madura EV-Day 2026 untuk ...
KABAR CABANG

Armuji Dorong Gen Z Aktif Lawan Distorsi Sejarah Bung Karno di Media Sosial

Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji mendorong Gen Z aktif memproduksi konten positif dan meluruskan informasi yang tidak ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi D DPRD Lumajang Dorong Penguatan UHC dan Penataan Zonasi Guru

​LUMAJANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang mendorong pemerintah daerah setempat untuk ...
KABAR CABANG

Semarak Bulan Bung Karno di Ngawi, Puluhan Anak Asah Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai dan Kaligrafi

NGAWI – Suasana Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tampak semarak pada Minggu ...