Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lumajang berjalan harmonis. Atas dasar itu, PDIP Jatim mendorong duet Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma tetap dipertahankan pada periode mendatang.
LUMAJANG – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menilai hubungan antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lumajang selama ini berjalan cukup harmonis. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah, sehingga DPD PDIP Jawa Timur mendorong duet kepemimpinan Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma untuk tetap dipertahankan pada periode mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Deni usai pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang yang sekaligus menjadi penutup rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Deni, sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan DPRD selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap jalannya pembangunan di Kabupaten Lumajang.
“Jadi kami mendorong agar Bu Indah dan Mas Yudha ini menjadi satu pasangan yang tetap kita pertahankan dan ke depan kita akan dorong kembali untuk memimpin Lumajang,” ujar Deni.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menilai harmonisasi hubungan politik di daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan berbagai program pembangunan berjalan efektif dan berpihak kepada masyarakat.
Selain menyoroti kepemimpinan daerah, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga memberikan apresiasi terhadap hasil konsolidasi organisasi yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang.
Menurut Deni, proses regenerasi kader di Lumajang berjalan cukup baik. Hal itu terlihat dari komposisi kepengurusan yang dinilai semakin inklusif dan memberikan ruang besar bagi kelompok perempuan maupun generasi muda.
Data yang dipaparkan menunjukkan keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan mencapai 45 persen, melampaui ketentuan minimal 30 persen yang ditetapkan partai. Sementara kader berusia 35 tahun ke bawah mencapai 32,9 persen.
“Dengan kombinasi kader senior dan junior, kader lama dan kader baru, kami optimistis ini akan menjadi kekuatan besar bagi PDI Perjuangan di Lumajang dalam menyongsong agenda politik mendatang,” katanya.
Terkait target politik menuju Pemilu 2029, Deni menyebut DPD PDI Perjuangan Jawa Timur masih melakukan pemetaan di berbagai daerah. Meski demikian, penambahan kursi legislatif di Kabupaten Lumajang menjadi salah satu target yang akan diperjuangkan.
“Untuk target, kami masih memetakan keseluruhan. Tapi penambahan kursi itu menjadi satu hal yang wajib dan kemudian kami juga akan menjaga hubungan dan sinergi di eksekutif,” tegasnya.
Pelantikan PAC se-Kabupaten Lumajang sendiri menjadi penutup rangkaian konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Melalui penguatan struktur hingga tingkat kecamatan, partai berharap semakin siap menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghadapi agenda politik ke depan.
Dengan dukungan regenerasi kader yang berjalan baik serta sinergi politik yang dinilai kondusif, Lumajang disebut memiliki modal kuat untuk melanjutkan pembangunan daerah dan memperkuat posisi PDI Perjuangan pada kontestasi politik mendatang. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










