Minggu
14 Juni 2026 | 9 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

pdip jatim 260614 tari dedication 1

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang Hattrick dan tari Dedication of Life memadukan budaya lokal, semangat Bung Karno, dan energi generasi muda.

LUMAJANG – Kabut tipis masih menggantung di kawasan Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro, Lumajang, Sabtu pagi, 13 Juni 2026.

Di kaki Gunung Semeru itu, ribuan kader PDI Perjuangan berkumpul untuk mengikuti pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Lumajang. Namun sebelum pidato-pidato dimulai, sebelum nama-nama pengurus dibacakan, sebuah pertunjukan seni lebih dulu mengambil alih perhatian.

Bukan dengan suara pengeras yang lantang.

Bukan pula dengan yel-yel politik yang riuh.

Melainkan lewat alunan musik yang perlahan mengalir dari atas panggung.

Nada demi nada terdengar menyusup di antara dinginnya udara pegunungan. Lalu muncul para penari dengan gerakan yang tegas sekaligus anggun. Mereka membawa satu pesan sederhana: perjuangan tak selalu disampaikan lewat kata-kata. Kadang ia hadir lewat musik dan tari.

Pagi itu, Wong Telu Production membawakan jingle berjudul Menang Hattrick yang dipadukan dengan pertunjukan tari Dedication of Life dari Diamond Art Performance.

Kolaborasi itu seketika mengubah suasana.

Para kader yang semula sibuk berbincang perlahan mengarahkan pandangan ke panggung. Tepuk tangan mulai terdengar. Kamera ponsel terangkat. Sebagian merekam, sebagian hanya menikmati.

Di atas panggung, budaya dan semangat zaman berdiri berdampingan.

Dian Surya Ardiani, pencipta lagu sekaligus Founder Wong Telu Production, mengaku sengaja meramu karya tersebut dengan pendekatan yang berbeda.

Baginya, generasi muda tak bisa hanya diajak bernostalgia. Mereka harus diajak berbicara dengan bahasa yang mereka pahami.

Karena itu, unsur musik tradisional dipadukan dengan sentuhan modern, termasuk rap dan berbagai genre kekinian.

“Memang sengaja lagu itu dirangkai dengan budaya dan modern agar dapat menarik dan diterima oleh Gen Z,” ujarnya.

Namun lagu itu bukan sekadar soal irama.

Di balik judul Menang Hattrick, tersimpan harapan tentang semangat, optimisme, dan keyakinan untuk terus bergerak maju.

Musik kemudian bertemu dengan tari.

Dan di situlah kisah lain dimulai.

Koreografi Dedication of Life yang dibawakan Diamond Art Performance tidak hanya menampilkan keindahan gerak tubuh. Tarian tersebut menjadi tafsir tentang dedikasi, pengabdian, dan keteguhan menjalani perjuangan.

Inspirasi utamanya datang dari sosok Bung Karno.

“Dedication of Life itu bercerita tentang dedikasi kita yang terinspirasi dari Dedication of Life Pak Karno,” kata Dian.

Yang membuat pertunjukan itu semakin menarik adalah keberanian para kreatornya memasukkan identitas lokal Lumajang ke dalam panggung besar tersebut.

Tari Topeng Kaliwungu hadir.

Tari Godril ikut menyapa.

Dua warisan budaya yang tumbuh di tanah Lumajang itu tidak dibiarkan menjadi artefak masa lalu. Mereka diajak berdialog dengan musik modern dan energi generasi muda.

Menurut Koreografer Diamond Art Performance, Rian Ariandi, kolaborasi itu sengaja dibangun untuk menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara-cara lama.

Budaya bisa tampil segar.

Budaya bisa akrab dengan anak muda.

Budaya bisa tetap hidup tanpa kehilangan jati dirinya.

“Semangat pemuda dalam pelestarian budaya dan membangun kemerdekaan itu kami hadirkan dalam sajian tari dan lagu ini,” ujarnya.

Di atas panggung Glagah Arum hari itu, penonton mungkin melihat sebuah pertunjukan berdurasi beberapa menit.

Tetapi sesungguhnya yang tampil lebih dari sekadar musik dan tari.

Ada cerita tentang anak-anak muda Lumajang yang memilih menjaga warisan budaya.

Ada upaya menjembatani tradisi dengan zaman digital.

Ada keyakinan bahwa identitas lokal tidak harus kalah oleh arus modernitas.

Dan di bawah langit Semeru yang perlahan mulai terang, pesan itu terasa begitu jelas:

Bahwa perjuangan bisa lahir dari banyak cara.

Dari rap yang berirama cepat.

Dari Topeng Kaliwungu yang terus diwariskan.

Dari gerakan tari yang bercerita tentang pengabdian.

Dan dari generasi muda yang memilih menjaga budaya agar tetap hidup untuk masa depan. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDIP Jatim Dorong Duet Indah-Yudha Tetap Dipertahankan Pimpin Lumajang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten ...
KABAR CABANG

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang ...
LEGISLATIF

Widarto Soroti Aksi Petani Bagikan Timun Gratis, Desak Pemkab Jember Benahi Tata Kelola Pertanian

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto merespons aksi petani yang membagikan timun gratis akibat harga anjlok hingga Rp500 ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Respons Aspirasi Pelaku Budaya, Dorong Penguatan Legalitas DKD Kota Kediri

Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid merespons aspirasi pelaku budaya terkait legalitas Dewan Kebudayaan ...
LEGISLATIF

Reses, Warga Ngariboyo Magetan Usul Pelebaran Jalan Hingga Peralatan Pesta

MAGETAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan, ...
KABAR CABANG

Ziarah Bung Karno dan Peresmian Hasil Renovasi Istana Gebang, Banteng Blitar Siapkan Penyambutan Megawati

BLITAR – Menjelang kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Blitar pada 14-15 Juni 2026, DPC ...