Minggu
27 September 2026 | 12 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PDIP-Jatim Hj. Ansari 13062026

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Evaluasi ini didasarkan pada pengalaman langsungnya menjadi jemaah haji reguler di Kloter SUB-74 Embarkasi Surabaya. ​Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah fasilitas hotel di Madinah dan Makkah.

Menurut dia, realitas di lapangan sangat kontras dengan narasi peningkatan kualitas akomodasi yang kerap digaungkan pemerintah.

​”Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyampaikan adanya peningkatan kualitas layanan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia. Namun, berdasarkan pengalaman langsung saya sebagai jemaah reguler, fasilitas hotel yang saya tempati masih tergolong standar dan butuh banyak evaluasi,” ujar Ansari di Pamekasan, pada Jumat (12/6/2026).

​Saat berada di Makkah, Ansari menempati Hotel Al-Ahbab Nomor 412 bersama jemaah Kloter SUB-74 lainnya. Di sana, ia menemukan sejumlah persoalan mendasar yang mengganggu kenyamanan jemaah.

– ​Kapasitas lift: jumlah dan daya tampung lift sangat terbatas, memicu antrean panjang saat jam-jam salat.

– ​Ukuran kamar: tata ruang kamar relatif sempit untuk menampung jumlah jemaah dalam satu ruangan.

– ​Fasilitas dasar: beberapa kebutuhan dasar jemaah belum tersedia secara optimal.

​Selain masalah penginapan, Ansari juga menyoroti pelayanan selama puncak fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia mengapresiasi pemenuhan logistik konsumsi serta fasilitas tenda yang dinilai sudah memadai.

Namun, ia menyayangkan karut-marutnya sistem transportasi yang memicu banyak keluhan dari jemaah.

​Beberapa kendala transportasi yang krusial, di antaranya, kKeterbatasan armada bus saat mobilisasi jemaah menuju Arafah, minimnya armada skema murur (melintas) dari Muzdalifah menuju Mina, dan kelangkaan transportasi bagi jemaah yang hendak kembali ke hotel setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina.

​Ansari menegaskan, kritik dan catatan ini dilemparkan bukan untuk mencari-cari kesalahan pemerintah selaku penyelenggara. Sebaliknya, hal ini menjadi modal penting untuk perbaikan total di masa depan.

​”Tujuan dari evaluasi ini adalah memberikan masukan konstruktif agar pelayanan kepada jemaah haji Indonesia terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Madura itu.

​Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, ia mendesak seluruh pemangku kepentingan (khususnya Kementerian Agama) untuk menjadikan pengalaman riil jemaah di lapangan ini sebagai cetak biru (blueprint) perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...