Selasa
28 Juli 2026 | 9 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

pdip jatim 260605 diana sasa 1

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan tata ruang, mitigasi bencana, dan perlindungan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, kekeringan, serta dampak perubahan iklim.

BALI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, menegaskan bahwa penguatan ketahanan ekologi perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, investasi pada sektor lingkungan dan tata ruang akan memberikan manfaat jangka panjang yang jauh lebih besar dibanding biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menangani dampak bencana.

Pernyataan tersebut disampaikan Diana Sasa di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur itu menilai berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, mulai dari banjir, kekeringan hingga dampak perubahan iklim, menunjukkan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Persoalan ekologi memiliki dampak jangka panjang. Karena itu yang dibutuhkan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menata tata ruang wilayah dengan baik sehingga daerah memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai risiko di masa depan,” ujar Diana.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan tersebut menjelaskan bahwa penataan ruang yang memperhatikan daya dukung lingkungan merupakan instrumen penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, keberadaan ruang terbuka hijau, kawasan resapan air, serta pengelolaan wilayah yang sesuai dengan fungsi dan peruntukannya menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan daerah.

Ia mencontohkan persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah sebagai salah satu dampak ketidakseimbangan antara pembangunan fisik dan kapasitas lingkungan.

“Ketahanan ekologi sangat penting. Dalam penanganan banjir misalnya, kita tidak bisa hanya fokus ketika bencana sudah terjadi. Yang harus diperkuat adalah langkah-langkah pencegahan melalui tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang baik,” katanya.

Diana mengapresiasi langkah pemerintah yang selama ini dinilai cukup responsif dalam penanganan pascabencana. Namun demikian, ia menekankan bahwa paradigma pembangunan perlu bergeser dari pendekatan reaktif menuju pendekatan preventif melalui penguatan mitigasi risiko bencana.

Menurutnya, kebijakan pembangunan daerah harus semakin terintegrasi antara sektor lingkungan hidup, infrastruktur, dan tata ruang agar mampu mengurangi potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana.

“Pemerintah sudah cukup baik dalam penanganan pascabencana. Namun yang perlu diperkuat adalah bagaimana kita tidak menunggu bencana terjadi. Upaya mitigasi harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembangunan,” tegasnya.

Selain aspek lingkungan, Diana juga menyoroti tantangan fiskal yang saat ini dihadapi banyak pemerintah daerah. Dalam kondisi anggaran yang terbatas, menurutnya, setiap program pembangunan harus dipilih secara selektif berdasarkan manfaat jangka panjang yang dihasilkan.

Ia menilai penguatan ketahanan ekologi merupakan salah satu investasi strategis yang layak menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap pengurangan risiko bencana, keberlanjutan sektor pertanian, ketersediaan sumber daya air, serta kualitas lingkungan hidup masyarakat.

“Kondisi fiskal saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu setiap anggaran yang tersedia harus digunakan untuk program-program prioritas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Diana berharap pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, Jawa Timur memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim maupun berbagai risiko lingkungan di masa mendatang.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Lomba SWK, Dorong Pengelolaan Kuliner Lebih Profesional dan Transparan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan lomba SWK untuk mendorong pengelolaan yang lebih profesional, transparan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jember Desak APBD 2027 Prioritaskan PPPK, Pengelolaan Sampah, dan Infrastruktur Desa

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember menyampaikan empat catatan strategis dalam pembahasan ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Keberhasilan Reses Diukur dari Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan keberhasilan reses ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Malang: Kudatuli Ingatkan Demokrasi Harus Terus Dijaga

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan Kudatuli menjadi pengingat penting agar demokrasi terus dijaga ...
KABAR CABANG

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) ...