Kamis
17 September 2026 | 8 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Plt Ketua DPRD Magetan Hadiri Musyawarah Agama 10 Kabupaten: Momentum Perkuat Ekonomi dan Syiar Islam

IMG-20260605-WA0007_copy_816x544

MAGETAN – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, H. Suyatno SSos, menghadiri acara Pengajian Akbar dalam rangka Musyawarah Agama 10 Kabupaten.

Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai daerah ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al Mutaqin, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Magetan.

​Acara keagamaan berskala besar ini juga menghadirkan mubaligh terkemuka sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, KH. Ubaidillah Ahror, sebagai pemberi tausiyah utama.

​Suyatno dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026), menyatakan bahwa pihak legislatif sangat mendukung penuh kegiatan lintas kabupaten tersebut. Menurutnya, agenda ini tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga menjadi bukti bahwa Magetan mampu menjadi tuan rumah yang inklusif dan produktif.

​”Kehadiran delegasi dari 10 kabupaten membuktikan bahwa Magetan, khususnya Desa Bogoarum, mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam simpul-simpul musyawarah keagamaan,” ujar Suyatno.

Gerakkan Roda Ekonomi Masyarakat
​Politisi senior dari PDI Perjuangan ini memandang bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui rutinitas keagamaan biasa. Musyawarah ini dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwilayah.

​Adapun 10 kabupaten yang terlibat dalam musyawarah ini meliputi Magetan, Ngawi, Blora, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, dan Nganjuk.

​Selain dampak spiritual, Suyatno juga menyoroti multiplier effect atau dampak positif penyeleggaraan acara terhadap perekonomian lokal.

​”Kegiatan keagamaan yang menyedot massa besar secara langsung akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar. Spiritualitas terjaga, ekonomi masyarakat berdaya,” tutur Suyatno.

Sinergitas Ulama dan Umara Hadapi Modernitas
​Lebih lanjut, Suyatno berharap hasil dari musyawarah ini dapat membawa keberkahan bagi umat. Ia juga mendorong agar kegiatan positif serupa dapat terus berjalan secara berkelanjutan di Kabupaten Magetan.

​Di akhir penyampaiannya, ia menekankan pentingnya sinergitas antara ulama (pemuka agama) dan umara (pemerintah) dalam menjawab tantangan zaman yang kian dinamis. Ia berpesan agar umat Muslim tidak alergi terhadap kemajuan teknologi dan zaman.

​”Islam itu selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang terus-menerus kita hadapi. Kita dapat memanfaatkannya untuk memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai Islam tersebut, sehingga jadikan modernitas bukan sebagai ancaman bagi Islam,” pungkasnya.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...