Anggota DPRD Trenggalek Ririk Wahyumawati meninjau langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Munjungan. Hasil pemantauan menunjukkan harga sembako masih stabil, meski beberapa komoditas pendukung Program Makan Bergizi Gratis mengalami kenaikan dalam batas wajar.
TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, memastikan harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Munjungan, Kecamatan Munjungan, masih berada dalam kondisi stabil dan relatif terjangkau bagi masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan Ririk setelah melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional setempat, Kamis (4/6/2026), guna melihat perkembangan harga berbagai komoditas sekaligus menyerap aspirasi pedagang dan masyarakat.
Menurut Ririk, pasar tradisional menjadi salah satu indikator penting untuk membaca kondisi ekonomi masyarakat secara riil. Karena itu, kehadiran wakil rakyat di tengah aktivitas pasar diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung.
“Pasar tradisional adalah denyut nadi perekonomian rakyat. Karena itu penting bagi kami untuk mendengar langsung keluhan dan harapan para pedagang maupun pembeli, terutama terkait stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ririk meninjau harga sejumlah komoditas utama, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Dari hasil pemantauan, ia menilai kondisi harga masih terkendali dan belum menunjukkan gejolak yang berpotensi membebani masyarakat.
“Hasil pantauan kami, seluruh harga bahan pokok masih aman. Mulai dari beras, bawang merah, bawang putih hingga cabai rawit relatif stabil,” kata legislator dari daerah pemilihan Kecamatan Munjungan dan Dongko tersebut.
Meski demikian, Ririk mencatat adanya kenaikan pada beberapa komoditas sayur dan buah yang banyak digunakan sebagai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun menurutnya, kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan belum memengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan.
“Yang agak mahal justru sayur atau buah yang digunakan untuk menu MBG. Kalau harga bawang maupun cabai relatif aman,” jelasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Ririk menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah Trenggalek. Jika ditemukan gejolak harga yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar maupun memberatkan masyarakat, DPRD akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengambil langkah pengendalian.
“Jika memang kami temukan harga sembako tidak stabil, tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah, khususnya OPD teknis terkait, agar dilakukan langkah-langkah pengendalian termasuk operasi pasar apabila diperlukan,” tegasnya.
Namun hingga saat ini, menurut Ririk, kondisi pasar masih relatif kondusif sehingga belum diperlukan intervensi melalui operasi pasar.
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, lonjakan harga umumnya terjadi menjelang hari besar keagamaan maupun pergantian tahun, terutama pada komoditas cabai yang kerap mengalami kenaikan cukup tinggi.
“Yang sering naik biasanya menjelang tahun baru dan hari raya. Harga cabai bahkan bisa menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Di luar momentum tersebut, insyaallah kondisi masih aman,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai masukan dari pedagang terkait kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. DPRD berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga sehingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan baik.
Melalui pemantauan langsung di lapangan, DPRD Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas harga tetap terjaga demi mendukung kesejahteraan warga. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










