Sabtu
24 Oktober 2026 | 12 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Ingatkan Dana Masyarakat untuk Kopdes Merah Putih Digunakan Proporsional

PDIP-Jatim-Sri-Untari-19012024
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, memberikan keterangan pers di Kantor DPD Jatim terkait pengumuman calon pendamping Tri Rismaharini untuk Pilgub Jatim 2024, Selasa (27/8/2024).

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, meminta para pemangku kepentingan untuk lebih selektif dalam memilih lokasi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hal ini merespons laporan mengenai lokasi pembangunan yang dinilai tidak lazim, seperti di dekat area pemakaman hingga penempatan beberapa unit dalam satu jalur jalan yang sama.

“Lokasi-lokasi yang seperti ini mestinya antara kepala desa, kemudian pengurus koperasi merah putih dan semualah yang terlibat dalam pembangunan itu meneliti dulu lahannya itu,” ujar Untari usai upacara Harlah Pancasila di kantor PDI Perjuangan Jatim, pada Senin (1/6/2026).

Menurut dia, pembangunan koperasi harus didasari penelitian lahan yang matang agar memberikan manfaat nyata bagi warga desa. Koordinasi antara kepala desa dan pengurus koperasi sangat krusial untuk menentukan titik pembangunan agar penggunaan anggaran bisa dipertanggungjawabkan.

“Apapun itu yang dipakai atau dibangun adalah uang yang berasal dari masyarakat. Jadi harus pas proporsional sesuai dengan itu,” sebutnya.

Sebagai calon pusat distribusi kebutuhan pokok, lanjutnya, pemilihan lokasi kopdes tidak boleh asal-asalan. Menurutnya, kriteria utama lokasi adalah berada di kawasan ramai yang mudah dijangkau oleh berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga mobil.

Untuk itu, lokasi strategis menjadi syarat mutlak karena peran koperasi ini di masa depan sangat vital bagi ketahanan pangan lokal.

“Ke depan, ini mau dipakai sebagai sentral jalur distribusi sembako di masing-masing desa dan kelurahan. Jadi, harus cari kawasan yang mudah dijangkau,” sebutnya.

Untari juga mengingatkan pentingnya efektivitas lahan sebagai kunci agar aset yang dibangun tidak menjadi sia-sia. Koordinasi antara pihak desa dan tim pembangunan menjadi mutlak diperlukan guna memastikan koperasi benar-benar berfungsi sebagai urat nadi ekonomi lokal, bukan sekadar bangunan fisik di lokasi yang sepi.

“Karena ke depan kan mau dipakai untuk sebagai sentral jalur distribusi di masing-masing tempat, masing-masing desa dan kelurahan. Jadi harus cari kawasan yang sudah dicampur,” pungkas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kekeringan Ngawi Merambah Jogorogo, Yuwono Minta BPBD Petakan Sumber Air

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera ...
LEGISLATIF

Buleks Desak Revitalisasi Pasar Tradisional Surabaya, Aset Mangkrak Diminta Produktif

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mendesak PD Pasar Surya mempercepat revitalisasi pasar ...
KRONIK

Deni Wicaksono Ingatkan Warga Jangan Gadaikan Masa Depan karena Politik Uang

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menggadaikan masa depan ...
KRONIK

Erma Beri Bantuan Gerobak dan Pendampingan pada UMKM Desa Tulungrejo

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, memberikan bantuan gerobak dan pendampingan ...
LEGISLATIF

Baktiono Desak Perda Air Limbah Surabaya Segera Dijalankan, Tarif Warga Harus Terjangkau

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya sekaligus Ketua Pansus Air Limbah Domestik, Baktiono, mendesak Pemerintah ...
KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...