Senin
01 Juni 2026 | 9 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Ingatkan Dana Masyarakat untuk Kopdes Merah Putih Digunakan Proporsional

PDIP-Jatim-Sri-Untari-19012024
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, memberikan keterangan pers di Kantor DPD Jatim terkait pengumuman calon pendamping Tri Rismaharini untuk Pilgub Jatim 2024, Selasa (27/8/2024).

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, meminta para pemangku kepentingan untuk lebih selektif dalam memilih lokasi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hal ini merespons laporan mengenai lokasi pembangunan yang dinilai tidak lazim, seperti di dekat area pemakaman hingga penempatan beberapa unit dalam satu jalur jalan yang sama.

“Lokasi-lokasi yang seperti ini mestinya antara kepala desa, kemudian pengurus koperasi merah putih dan semualah yang terlibat dalam pembangunan itu meneliti dulu lahannya itu,” ujar Untari usai upacara Harlah Pancasila di kantor PDI Perjuangan Jatim, pada Senin (1/6/2026).

Menurut dia, pembangunan koperasi harus didasari penelitian lahan yang matang agar memberikan manfaat nyata bagi warga desa. Koordinasi antara kepala desa dan pengurus koperasi sangat krusial untuk menentukan titik pembangunan agar penggunaan anggaran bisa dipertanggungjawabkan.

“Apapun itu yang dipakai atau dibangun adalah uang yang berasal dari masyarakat. Jadi harus pas proporsional sesuai dengan itu,” sebutnya.

Sebagai calon pusat distribusi kebutuhan pokok, lanjutnya, pemilihan lokasi kopdes tidak boleh asal-asalan. Menurutnya, kriteria utama lokasi adalah berada di kawasan ramai yang mudah dijangkau oleh berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga mobil.

Untuk itu, lokasi strategis menjadi syarat mutlak karena peran koperasi ini di masa depan sangat vital bagi ketahanan pangan lokal.

“Ke depan, ini mau dipakai sebagai sentral jalur distribusi sembako di masing-masing desa dan kelurahan. Jadi, harus cari kawasan yang mudah dijangkau,” sebutnya.

Untari juga mengingatkan pentingnya efektivitas lahan sebagai kunci agar aset yang dibangun tidak menjadi sia-sia. Koordinasi antara pihak desa dan tim pembangunan menjadi mutlak diperlukan guna memastikan koperasi benar-benar berfungsi sebagai urat nadi ekonomi lokal, bukan sekadar bangunan fisik di lokasi yang sepi.

“Karena ke depan kan mau dipakai untuk sebagai sentral jalur distribusi di masing-masing tempat, masing-masing desa dan kelurahan. Jadi harus cari kawasan yang sudah dicampur,” pungkas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Ngawi Gelar Upacara Harlah Pancasila, Kader Diminta Bersiap Jalankan Agenda Bulan Bung Karno

NGAWI – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni idealnya tidak hanya sebatas simbolisasi semata. Bagi setiap ...
KRONIK

Untari Ingatkan Dana Masyarakat untuk Kopdes Merah Putih Digunakan Proporsional

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, meminta para pemangku kepentingan untuk lebih selektif ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Semangat Kebangsaan

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor ...
KABAR CABANG

Widarto: Rakyat Butuh Keteladanan, Bukan Jargon Politik Kosong

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto menegaskan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan ...
KABAR CABANG

Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Banyuwangi Gugah Kesadaran Ideologis dan Politik Kerakyatan

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, ...
SUARA MUDA

Silo dan Mimpi yang Dirajut dari Bilah-Bilah Bambu

Di kaki Gunung Gumitir, Jember, anak muda bernama Syivak Ariel Hidayatur Rahman melihat masa depan kampungnya tak ...