Senin
01 Juni 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketika UMKM Kue Jadul dan Komunitas Gowes Bertemu di Ecopark Randuagung

IMG-20260601-WA0019_copy_3515x2809_copy_703x488

GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa Randuagung, Minggu (31/5/2026).

Mulanya, Ecopark ini adalah ruang terbuka hijau bagi warga setempat. Lambat laun, tempat ini makin banyak dikunjungi warga, menjadi semacam ruang lega. Ada yang memanfaatkan sebagai tempat olahraga, jalan hingga bersepeda santai, hingga sekadar cuci mata sembari jajan.

Potensi kerumunan dicermati pemerintah desa tempat, terutama saat hari Minggu. Terbersit ide mempertemukan komunitas dan pedagang dalam waktu tertentu di tempat ini. Jadilah: Pasar Ahad Jajanan Jadul.

Kepala Desa Randuagung Khambali mengatakan, Pasar Ahad Jajanan Jadul akan digelar secara rutin setiap bulan pada pekan kedua. Program ini diharapkan menjadi agenda wisata desa yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Beragam kuliner tradisional khas Nusantara tersaji, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur hingga aneka makanan dan minuman tradisional yang mengundang nostalgia para pengunjung,” imbuhnya.

Tidak hanya berburu kuliner, masyarakat juga mengikuti gowes bersama mengelilingi wilayah Desa Randuagung dan kawasan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi simbol semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat kegiatan masyarakat, penggerak ekonomi desa, sekaligus destinasi wisata unggulan yang mampu mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.

Anggota DPR RI Komisi VII Nila Yani Hardiyanti turut hadir dan mengapresiasi inovasi pemerintah desa.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghadirkan kegiatan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga desa.

“Komunitas gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan sekadar tempat berkumpul dan berolahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus menjaga eksistensi jajanan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Mbak Nila, sapaan akrabnya, menilai Ecopark Randuagung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata berbasis desa yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

“Ketika olahraga, wisata, budaya, dan UMKM disatukan dalam satu konsep, maka akan lahir dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ini yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.(mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Harlah Pancasila Jadi Momentum Konsolidasi, DPC PDIP Kota Blitar Perkuat Barisan Kader

BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, ...
UMKM

Ketika UMKM Kue Jadul dan Komunitas Gowes Bertemu di Ecopark Randuagung

GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa ...
KABAR CABANG

Upacara Harlah Pancasila, Kader Banteng Kota Madiun Diingatkan Tidak Melupakan Sejarah

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, ...
KABAR CABANG

Harlah Pancasila, DPC Sidoarjo Gelar Upacara Bendera dan Beri Penghargaan kepada Penanam Bibit Sukun

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar upacara bendera di kantor sekretariat, Jl Jati ...
HEADLINE

Upacara Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Pesan Persatuan Bung Karno

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak kader menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam ...
EKSEKUTIF

HUT Surabaya ke-733, Armuji Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota

SURABAYA – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji mengakui pembangunan Kota Surabaya belum sepenuhnya ...