Rabu
27 Mei 2026 | 8 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bung Karno Ditembak Saat Salat Iduladha, Sniper: Sosoknya jadi Dua

pdip-jatim-bung-karno-salat-280823-idul-adha-1962
Presiden Sukarno salat Iduladha bersama para menteri dan rakyat di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1962. (historia.id)

DOR! Bunyi letusan senapan menyalak diantara barisan jemaah yang sedang melaksanakan salat Iduladha di lapangan istana kepresidenan, 14 Mei 1962.

Diantara jemaah warga muslim dari sekitar istana, terdapat Presiden Sukarno dan sejumlah menteri.

Letusan senapan kali pertama terdengar saat jamaah dalam posisi gerakan rukuk atau membungkukkan badan dengan dua tangan menyanggah pada lutut.

Tembakan Berkali-kali
Bunyi letusan kembali terdengar beberapa kali. Barisan jamaah salat berhamburan.

“Tembakan pertama meleset. Peluru justru mengenai Ketua DPRGR, Zainul Arifin,” tulis Moehammad Goenawan dalam buku Detik-detik Paling Menegangkan diterbitkan tahun 2015.

Sumber lain menyebut, Zainul Arifin menjadi imam salat ketika itu.

Tembakan itu membuat para pengawal melindungi Bung Karno. Tembakan kedua pun dilepaskan. Amoen, yang melindungi Presiden Sukarno dengan tubuhnya, tertembak di bagian dada.

Pistol kembali menyalak untuk kesekian kalinya. Kali ini menyerempet kepala Soesilo.

Dengan luka di kepala, Soesilo menerjang sang penembak yang dibantu dua pengawal lainnya. Walaupun terluka parah, Amoen dan Soesilo pada akhirnya selamat.

Penembakan Jarak Dekat
Peristiwa penembakan dilakukan dari jarak yang cukup dekat. Kejadian itu pula yang kemudian hari melahirkan satuan khusus pengamanan presiden.

Hal tersebut sebagaimana diceritakan Wakil Komandan Tjakrabirawa, H Maulwi Saelan seperti dalam buku autobiografinya yang ia tulis, Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa: Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66.

Dalam bukunya, Maulwi Saelan, menjelaskan penembak berada dalam jarak 4 shaf (barisan dalam salat) dari Bung Karno.

“Ketika diperiksa, penembak mengaku melihat Bung Karno yang dibidiknya ada dua orang. Maka bingunglah ia hendak menembak yang mana,” tulis Maulwi yang pernah menjadi kiper Timnas Sepakbola Indonesia saat berlaga di Olimpiade ke-16 Tahun 1956 di Melbourne, Australia melawan Timnas Uni Sovyet.

Peristiwa penembakan Iduladha itu pula yang membuat Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara, Jenderal Abdul Haris Nasution mengusulkan kepada Presiden Sukarno untuk membentuk resimen kawal khusus yang bertugas menjaga keselamatan dan kemanan pribadi presiden dan keluarganya.

Resimen ini melibatkan prajurit-prajurit terbaik TNI dari empat angkatan: darat, laut, udara, dan kepolisian.

Usulan pun disetujui dan dibentuklah resimen kawal khusus bernama Tjakrabirawa. Nama tersebut diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Kresna. Dalam bahasa Sansekerta, Tjakrabirawa berarti lingkaran dahsyat.

“Peristiwa Idul Adha ini kelak mengubah jalan hidup saya. Karena dengan alasan itu, saya dipindahkan dari Makassar ke Jakarta untuk membentuk Resimen Tjakrabirawa,” tulis Maulwi.(hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Ajak Masyarakat Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha 1447 H sebagai momentum memperkuat gotong ...
ROMANTIKA

Bung Karno Ditembak Saat Salat Iduladha, Sniper: Sosoknya jadi Dua

DOR! Bunyi letusan senapan menyalak diantara barisan jemaah yang sedang melaksanakan salat Iduladha di lapangan ...
KABAR CABANG

Ketika Kupon Terakhir Tersobek, ‘Dapur’ Kurban PDIP Jember Pun Menutup Hari dengan Senyum

DPC PDI Perjuangan Jember menuntaskan pembagian ratusan paket daging kurban Idul Adha 1447 H dengan suasana hangat ...
KABAR CABANG

DPC Lumajang Salurkan Hewan Kurban ke Kandangtepus, Warga Beri Apresiasi

LUMAJANG – Terima hewan kurban dari DPC PDI Perjuangan Lumajang, warga Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro ucapkan ...
KABAR CABANG

PDIP Surabaya Salurkan Sapi Kurban dari DPD Jatim untuk Warga Tambaksari

DPC PDI Perjuangan Surabaya mendampingi penyerahan sapi kurban bantuan DPD PDIP Jatim kepada PAC Tambaksari untuk ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Tinjau Perbaikan Jalan Arosbaya-Burneh, Pastikan Kualitas Infrastruktur Ekonomi Antarwilayah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meninjau langsung pengerjaan perbaikan jalan Pelakaran–Binoh yang ...