Rabu
19 Agustus 2026 | 4 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita Tjahjo soal Toleransi Umat Beragama yang Dirasakan Saat Kecil

pdip-jatim-tjahjo-kerukunan-umat-agama

pdip-jatim-tjahjo-kerukunan-umat-agamaJAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menceritakan pengalaman tentang toleransi umat beragama yang dirasakannya sejak kecil di Semarang, Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut ia ceritakan di Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Umat Beragama Proviani dan Kabupaten/Kota, Kamis (6/10/2016).

Tjahjo menuturkan, di depan rumahnya, berdiri dua rumah ibadah, masjid dan gereja. Di gereja, acara kebaktian tidak hanya berlangsung pada hari Minggu.

Pengeras suara di gereja beradu keras dengan pengeras suara milik masjid sejak pagi hingga sore hari.

“Berlomba-lomba keras. Bersahutan dengan suara adzan di masjid. Tidak ada masalah. Warga sekitar pun tidak punya konflik karena ini,” kata Tjahjo di Kompleks Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Toleransi umat beragama juga dialami Tjahjo di lingkungan keluarga yang beragam.

Ayahnya lahir di Jepara yang menjadi salah satu keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ibunya, asal Solo, pengikut Muhammadiyah.

“Ada keluarga saya yang beragama Kristen Jawi, Katolik. Kerukunan umat beragama ini yang saya alami sejak kecil. Ini sebenarnya di negara kita sudah tidak menjadi masalah,” ucap Tjahjo.

Tjaho mengaku heran meski Indonesia merdeka selama 71 tahun, masih terdapat masalah kecil antar-umat beragama yang seharusnya dapat dimusyawarahkan.

Tjahjo menyebutkan, toleransi agama di bidang politik juga terjadi seperti perbedaan agama antara kepala daerah dan masyarakat. Menurut dia, hal itu dapat berjalan dengan baik.

Tjahjo mencontohkan, salah satu provinsi berisi 65 persen penduduk beragama Islam dengan gubernur beragama Katolik dan wakil gubernur beragama Kristen Protestan.

Salah satu daerah, lanjut Tjahjo, dengan 90 persen penduduk non-Islam, memiliki wakil kepada daerah beragama Islam. Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh di mana daerah tersebut.

“Ini di bidang politik tidak jadi masalah dalam proses pemilihan pimpinan partai sampai di tingkat ormas. Memang ada kesepakatan tertulis, gantian. Lima tahun agama ini, lima tahun agama itu,” ujar Tjahjo. (kompas)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ingatkan Efisiensi APBD 2026 Tak Geser Kepentingan Rakyat

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengingatkan agar perubahan anggaran daerah tetap berpijak pada ...
LEGISLATIF

Baktiono: Pedagang Pasar Tradisional Tak Boleh Dibiarkan Berjuang Sendiri

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, meminta pemerintah tidak membiarkan pedagang pasar ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Anggaran Stiker Penanda Penerima Bansos Rp2,8 Miliar Dipangkas

JEMBER – Dua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho dan Indi Naidha, meminta Pemerintah ...
KABAR CABANG

Jaranan, Cara Seniman Trenggalek Memaknai Kemerdekaan

TRENGGALEK – Suara gamelan menggema dari halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Senin malam ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan

BANYUWANGI – Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Dalam program yang ...