Minggu
13 September 2026 | 3 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Luncurkan “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Kelola Sampah dari Rumah

pdip jatim 260514 sekolah sampah 1

Eri Irawan meluncurkan program “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengolah sampah dari rumah guna mengurangi beban TPA.

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menggelar program “Sekolah Sampah” edisi perdana sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Program edukasi tersebut menghadirkan berbagai materi teori dan praktik, mulai dari perubahan perilaku dalam mengelola sampah, teknik pengomposan, hingga pengolahan sampah organik menggunakan maggot.

Selain itu, Eri juga bergotong royong menyalurkan fasilitas puluhan tempat penampungan botol plastik serta komposter sampah organik kepada peserta.

“Masalah sampah harus diselesaikan berbasis sumber. Kalau masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, beban TPA bisa jauh berkurang,” ujar Eri usai kegiatan “Sekolah Sampah”, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir melalui pengangkutan ke TPS maupun TPA. Perubahan pola pengelolaan sampah, kata dia, harus dimulai dari rumah tangga, sekolah, lingkungan warga, hingga komunitas dengan membiasakan pemilahan dan pengolahan sampah sejak awal.

Eri menjelaskan, Kota Surabaya saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, hampir 60 persen berupa sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan limbah dapur rumah tangga.

Karena itu, “Sekolah Sampah” dirancang tidak hanya memberi edukasi teori, tetapi juga keterampilan teknis agar masyarakat mampu mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Salah satu metode yang dikenalkan ialah pengomposan dan budidaya maggot yang dinilai mampu mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Program tersebut juga mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan agar potensi timbulan sampah dapat ditekan.

Eri menegaskan, pengelolaan sampah organik menjadi isu penting karena berkaitan langsung dengan persoalan krisis iklim.

Menurutnya, penumpukan sampah organik yang tidak terkelola dapat menghasilkan gas metana (CH4), yakni gas rumah kaca yang memiliki daya memerangkap panas jauh lebih besar dibanding karbon dioksida.

“Kalau sampah organik tidak dipilah dan dikelola, dampaknya bukan hanya membuat TPA penuh, tetapi juga mempercepat krisis iklim akibat emisi gas metana,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain sampah organik, “Sekolah Sampah” juga mendorong masyarakat lebih disiplin memilah sampah anorganik seperti plastik, botol kemasan, dan kertas.

Eri menyebut pemilahan sampah anorganik dapat diintegrasikan dengan sistem bank sampah yang saat ini telah berjalan di sejumlah wilayah Surabaya.

Dengan pola tersebut, sampah anorganik yang telah dipilah warga tidak langsung berakhir di TPA, tetapi dapat dikelola kembali sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah kota.

“Kami mendukung langkah Pemkot Surabaya untuk memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber. Bisa dimulai lewat percontohan di wilayah tertentu dan diintegrasikan dengan bank sampah, TPS3R, rumah kompos, dan metode pengolahan alami lainnya,” ujarnya.

“Sekolah Sampah” edisi perdana tersebut diikuti sekitar 30 penggerak kampung, mulai dari pengurus RT/RW, Karang Taruna, Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga pengurus majelis taklim.

Eri mengatakan program tersebut akan terus dilanjutkan dalam beberapa batch berikutnya dengan target menjangkau sekitar 300 penggerak perubahan di kampung-kampung Surabaya. “Harapannya semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar pengurangan sampah dari sumbernya,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi gerakan kolektif masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah mandiri sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat kampung dan komunitas. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...