
SITUBONDO – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur melantik ratusan pengurus tingkat kecamatan, PAC, se-kabupaten Situbondo di Gedung Serbaguna Pantai Pasir Putih, Sabtu (16/5/2026). Wajah-wajah baru tampak mendominasi jajaran kepengurusan.
Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, dalam pidatonya pada acara itu menegaskan bahwa tantangan politik di Kabupaten Situbondo tidak ringan. Karena itu, seluruh kader diminta tetap solid dan tidak menyerah menghadapi dinamika politik di daerah.
“Tantangan Situbondo luar biasa, maka pantang mundur dengan seluruh tantangan yang dihadapi di 17 kecamatan, di 132 desa dan 7 kelurahan ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kader partai harus hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat, meskipun dalam kondisi politik yang tidak selalu mudah.
“Kader-kader PDI Perjuangan, kehadirannya harus dirasakan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Agus menekankan pentingnya loyalitas ideologi dan semangat perjuangan dalam berorganisasi. Menurutnya, menjadi kader partai tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan seremonial. Juga harus memiliki tujuan dan cita-cita perjuangan yang sama.
“Jangan hanya ingin diajak rapat, atau kumpul-kumpul, tidak ada ikatan ideologi, cita-cita, dan tujuan yang sama, rugi anda berada di sini.”
“Pikirkan kembali, karena ini adalah sebuah perjuangan yang benar-benar menuntut sebuah ketulusan, keikhlasan, dan semangat yang dibutuhkan untuk memenangkan PDI Perjuangan di Kabupaten Situbondo yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Wajah-wajah baru
Sementara itu, Ketua DPC Kabupaten Situbondo, Andi Handoko, menyebut kepengurusan yang dilantik didominasi wajah baru dan kalangan muda.
Dari total 153 pengurus, sebanyak 112 orang merupakan pengurus baru, sedangkan 41 lainnya merupakan pengurus lama.
“Pengurus yang dilantik, ini jumlahnya 153, dimana 112 ini adalah pengurus baru, hanya 41 yang pengurus lama, sehingga persentase pengurus yang baru ini yaitu mencapai 73 persen,” ujarnya.

Selain itu, kata Andi, komposisi pengurus muda juga cukup besar. Tercatat ada 72 pengurus berusia di bawah 35 tahun atau sekitar 47 persen dari total kepengurusan.
“Untuk itu mudah-mudahan ke depannya, kerja-kerja politik kita harus bisa dirasakan oleh rakyat. Ini bukan kerja yang mudah, namun ini juga bukan kerja yang sulit, tapi kita membuktikan kepada partai kita, kepada masyarakat kita, bahwa kita akan turun hingga ke akar rumput,” pungkasnya. (gio/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









