Kamis
08 Oktober 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komitmen Lestarikan Budaya, Tari Tolak Bala Iringi Pelantikan 143 PAC PDIP Pamekasan

PDIP-Jatim-Musancab-Pamekasan-09052026

PAMEKASAN – Suara gendhing Madura terdengar mengalun membuka prosesi pelantikan 143 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Pamekasan. Di hadapan ratusan kader yang hadir, lima penari tampil membawakan Tari Nondhung Bhalai, tari kreasi bertema tolak bala.

Tampilan kebudayaan tersebut dibawakan Sanggar Seni Madura Kandang Aktivitas dan Kreativitas (Makan Ati) dengan iringan 10 pemain gendhing Pamekasan. Gerakan para penari yang berpadu dengan tabuhan musik tradisional menghadirkan suasana khidmat dalam agenda pelantikan Partai.

Pengelola Sanggar Seni Makan Ati, Eko Septiawan, mengatakan, Tari Nondhung Bhalai merupakan karya kreasi yang dibuat sebagai simbol penolak bala sekaligus bentuk pelestarian budaya Madura.

“Ini adalah tarian kreasi dari sanggar kami, yang memiliki makna menolak bala. Dibawakan lima orang penari dan 10 orang pemain gendhing Pamekasan,” ujar Eko di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, minat generasi muda di Pamekasan terhadap seni dan budaya daerah mulai tumbuh. Di tengah perkembangan zaman, banyak anak muda sadar pentingnya menjaga budaya lokal.

“Kesadaran pemuda Pamekasan akan menjaga kebudayaan sudah semakin menguat. Dalam era globalisasi dan modernisasi ini, kita tidak boleh melupakan akar budaya dan kearifan lokal. Kalau bukan kita lalu siapa lagi,” jelas dia.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Nadi Mulyadi, menyampaikan, pelestarian budaya menjadi bagian dari komitmen partainya di tengah penguatan struktur organisasi.

“PDI Perjuangan Pamekasan berkomitmen tidak hanya melakukan penguatan struktur Partai, tetapi juga menegaskan kepada seluruh kader untuk melakukan pelestarian kebudayaan sesuai local wisdom di masing-masing wilayah,” katanya.

Menurut Nadi, upaya tersebut dilakukan melalui Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pamekasan dengan membangun komunikasi dan koordinasi bersama sanggar-sanggar budaya di Pamekasan.

“Kami aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai sanggar kebudayaan yang ada di Pamekasan. Kami berusaha menyelami kebutuhan mereka dan melibatkan mereka secara aktif,” ujarnya.

Pria yang juga anggota DPRD Pamekasan tersebut menambahkan, saat ini terdapat tiga sanggar budaya yang menjadi binaan pihaknya. Langkah itu dinilai penting untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah di tengah persiapan menyambut bonus demografi 2045.

“Pamekasan sudah mulai didominasi Gen Z, sehingga mereka harus dekat dengan kebudayaan,” tandasnya. (yol/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...