Rabu
07 Oktober 2026 | 1 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Ipin Bagikan Sedekah “Selawe” dalam Tradisi Nyadran

pdip jatim 260509 nyadran dam bagong 1

Tradisi Nyadran Dam Bagong di Trenggalek berlangsung khidmat. Mas Ipin doakan petani diberi rezeki dan hasil pertanian melimpah.

TRENGGALEK — Tradisi Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, kembali digelar khidmat, Jumat (8/5/2026).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut mengikuti rangkaian prosesi adat sambil memanjatkan doa bagi para petani yang menggantungkan hidup dari aliran irigasi Dam Bagong.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu berharap para petani diberi kelancaran rezeki dan keberkahan hasil bumi.

“Alhamdulillah pinaringan lancar. Semoga rezekinya lumintu, airnya ada terus, pertaniannya bagus terus. Amin,” ujar Mas Ipin usai prosesi pelarungan kepala kerbau ke Dam Bagong.

Dalam tradisi tahunan tersebut, Mas Ipin juga membagikan sedekah Rp25 ribu kepada masyarakat yang hadir.

Menurutnya, nominal tersebut bukan soal besar kecilnya nilai uang, melainkan simbol doa dan harapan baik bagi masyarakat Trenggalek.

“Saya hanya sanepan saja. Semoga dapat selawe ewu, selawase wilujeng pinaringan wahyu, ditulung dumateng Allah SWT,” kata bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu.

Mas Ipin menjelaskan, angka “selawe” atau dua puluh lima dalam filosofi Jawa dimaknai sebagai “selawase wilujeng pinaringan wahyu”, yakni harapan agar masyarakat selalu diberi keselamatan, kesejahteraan, dan pertolongan oleh Allah SWT.

Tradisi Nyadran Dam Bagong diawali dengan kirab Mahesa atau kerbau menuju Pendopo Trenggalek.

Dalam prosesi itu dilakukan upacara adat penyerahan perangkat penyembelihan sebelum kerbau dibawa menuju Pendopo Makam Setono Bagong untuk menjalani prosesi jamasan.

Pada malam harinya, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian tradisi budaya yang sudah berlangsung turun-temurun.

Puncak tradisi berlangsung pada Jumat pagi saat kepala, kulit, dan kaki kerbau dilarung ke Dam Bagong. Momen tersebut menjadi bagian yang paling ditunggu masyarakat.

Warga rela berdesakan bahkan menyelam ke sungai demi mendapatkan bagian kerbau yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan.

Tradisi Nyadran Dam Bagong sendiri menjadi salah satu ritual budaya yang masih terus dijaga masyarakat Trenggalek sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan air dan hasil pertanian. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...
KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...
LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...
SEMENTARA ITU...

Cak Ji dan Risma Sapa Lansia dan Warga Pra-Sejahtera Peserta Periksa Mata Gratis

SURABAYA – Akses pemeriksaan mata bagi lansia dan warga pra-sejahtera perlu terus dibuka. Sebab, gangguan ...