
NGAWI – Di tengah tekanan ekonomi global yang kian menghimpit daya beli, sebuah pemandangan kontras terlihat di pelosok Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Proses penyaluran bantuan pangan pemerintah di Desa Sriwedari dan Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Rabu (6/5/2026), tidak sekadar menjadi urusan birokrasi. Melainkan panggung bagi terawatnya semangat gotong royong warga.
Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, yang akrab disapa Pak King, turun langsung memantau distribusi bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari-Maret tersebut.
Namun, alih-alih menyoroti angka statistik, ia justru menangkap fenomena sosial yang kuat di lapangan: warga saling bantu dalam mendistribusikan bantuan.
Peduli Tetangga
Dalam pantauannya, Pak King melihat para penerima manfaat tidak hanya duduk diam menunggu giliran.
Secara swadaya, warga terlibat aktif membantu petugas dari Perum Bulog dalam mengorganisir logistik agar distribusi berjalan lebih cepat dan tertib.
“Saya melihat langsung bagaimana distribusi ini banyak dibantu oleh warga penerima manfaat sendiri. Sementara pihak Bulog melakukan monitoring, warga bahu-membahu memastikan setiap tetangganya mendapatkan hak mereka,” ujar legislator PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Pak King, fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah kesulitan ekonomi, modal sosial berupa solidaritas antarwarga justru menguat.
“Ini bukan sekadar soal memindahkan barang, tapi soal menumbuhkan rasa saling menolong. Ini adalah esensi ketahanan sosial kita,” tambahnya.
Ruang Napas Ekonomi Keluarga
Penyaluran bantuan pangan ini memang krusial. Dengan total mencapai 3,3 juta kilogram beras dan lebih dari 600 ribu liter minyak goreng yang menyasar 166.000 keluarga di Ngawi, program ini diharapkan memberikan “ruang napas” bagi anggaran belanja rumah tangga.
Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, keluarga penerima manfaat dapat mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti pendidikan atau kesehatan anak.
Akurasi Berbasis Sistem
Untuk memastikan semangat gotong royong ini tidak dicederai oleh ketidakadilan distribusi, Pemerintah Kabupaten Ngawi menerapkan sistem data terintegrasi.
Data yang dihimpun dari pemerintah desa telah masuk ke dalam aplikasi khusus untuk menjamin transparansi.
“Karena sudah by system, data ini valid. Ketertiban dalam penyaluran ini sangat penting untuk meminimalisir gesekan sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran,” tegas Pak King.
Pada akhir kunjungannya, ia berharap agar bantuan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi urusan perut, tetapi juga menjadi pemantik bagi masyarakat untuk tetap teguh menjaga keterikatan sosial di tengah kondisi ekonomi yang menantang.(amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










