Novita Hardini bagikan 1.000 paket sembako di Ngawi sekaligus menyerap aspirasi warga soal ekonomi dan UMKM.
NGAWI — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan kerja politik yang berpihak kepada masyarakat melalui kegiatan pembagian 1.000 paket sembako sekaligus dialog aspirasi warga di Kabupaten Ngawi.
Kegiatan yang dihadiri warga dari berbagai kecamatan itu menjadi ruang pertemuan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli warga.
“Bagi saya, kerja politik harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apa yang kami bahas di DPR RI harus berangkat dari kebutuhan nyata warga di lapangan,” ujar Novita, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan dan warga berpenghasilan rendah.

Politisi muda PDI Perjuangan tersebut menilai bantuan sosial semacam itu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral wakil rakyat untuk hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, stabilitas ekonomi keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Karena itu, negara harus hadir melalui kebijakan yang mampu melindungi daya beli rakyat di tengah tantangan kenaikan kebutuhan hidup.
Tak hanya membagikan bantuan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum dialog terbuka bersama masyarakat.
Warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kondisi ekonomi, pengembangan UMKM, lapangan kerja, hingga kebutuhan program pemberdayaan masyarakat.
Novita memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan dalam fungsi pengawasan maupun pembahasan kebijakan di DPR RI.

“Aspirasi masyarakat adalah energi utama perjuangan kami di parlemen. Dari sinilah kebijakan yang tepat bisa lahir,” tegasnya.
Bagi Novita, kerja legislator tidak boleh berhenti di ruang rapat atau pembahasan regulasi semata.
Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung anggota dewan di tengah masyarakat agar kebijakan yang diperjuangkan benar-benar sesuai kebutuhan rakyat.
Kegiatan sosial dan dialog warga seperti yang digelar di Ngawi disebutnya sebagai bagian dari semangat politik gotong royong yang harus terus dijaga.
“Kerja legislator itu tentang pengabdian. Ketika rakyat membutuhkan, di situlah wakil rakyat harus hadir,” pungkasnya. (amd/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











