Kamis
14 Mei 2026 | 3 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Dorong Normalisasi Saluran Jadi Paradigma Utama Pengendalian Banjir Surabaya

pdip-jatim-250821-EI

Eri Irawan dorong normalisasi saluran jadi paradigma utama pengendalian banjir dalam pembahasan Raperda DPRD Surabaya.

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong agar normalisasi saluran menjadi paradigma utama dalam kebijakan pengendalian banjir di Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Banjir DPRD Surabaya yang digelar, Kamis (7/5/2026).

Eri yang juga anggota pansus menyebut, penanganan banjir selama ini masih terlalu berfokus pada pembangunan infrastruktur baru. Sementara aspek pemeliharaan dan normalisasi saluran belum menjadi prioritas utama.

“Pembangunan infrastruktur semata tidak akan mampu mengatasi persoalan banjir apabila tidak diiringi pola pemeliharaan yang berkelanjutan dan penguatan konsep infrastruktur hijau,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Rapat pansus yang dipimpin Sukadar tersebut membahas pematangan pasal-pasal dalam Raperda Pengendalian Banjir.

Sejumlah usulan strategis mengemuka dalam forum itu, mulai dari penguatan normalisasi drainase, optimalisasi satgas kecamatan, hingga wacana pemanfaatan dana kelurahan (Dakel) untuk penanganan banjir lingkungan.

Rapat dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bappeda, Bapenda, BPKAD, BPBD, DSDABM, Bagian Hukum dan Kerja Sama, serta tenaga ahli hukum administrasi dari Universitas Narotama, Rusdianto Sesung.

Dalam forum tersebut, Eri menilai pembangunan fisik baru tanpa pola perawatan saluran yang konsisten hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Karena itu, ia meminta pola pengendalian banjir di Surabaya mulai bergeser ke konsep pemeliharaan saluran secara berkelanjutan.

Menurutnya, saluran yang rutin dinormalisasi dan dijaga kapasitasnya akan lebih efektif mengurangi risiko banjir dibanding hanya menambah proyek infrastruktur baru.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Sarana Wilayah Bappeda Surabaya, Window Gusman Prasetyo, menyatakan pihaknya mendukung percepatan normalisasi saluran di tingkat wilayah.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah tanpa dukungan warga.

Di akhir rapat, pansus menyepakati bahwa Raperda Pengendalian Banjir tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat tata kelola pemeliharaan saluran hingga tingkat lingkungan warga.

Ketua pansus Sukadar meminta seluruh anggota mempercepat penyempurnaan draf agar pembahasan Raperda bisa diselesaikan dalam pekan ini. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...