Sabtu
15 Agustus 2026 | 6 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Dorong Normalisasi Saluran Jadi Paradigma Utama Pengendalian Banjir Surabaya

pdip-jatim-250821-EI

Eri Irawan dorong normalisasi saluran jadi paradigma utama pengendalian banjir dalam pembahasan Raperda DPRD Surabaya.

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong agar normalisasi saluran menjadi paradigma utama dalam kebijakan pengendalian banjir di Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Banjir DPRD Surabaya yang digelar, Kamis (7/5/2026).

Eri yang juga anggota pansus menyebut, penanganan banjir selama ini masih terlalu berfokus pada pembangunan infrastruktur baru. Sementara aspek pemeliharaan dan normalisasi saluran belum menjadi prioritas utama.

“Pembangunan infrastruktur semata tidak akan mampu mengatasi persoalan banjir apabila tidak diiringi pola pemeliharaan yang berkelanjutan dan penguatan konsep infrastruktur hijau,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Rapat pansus yang dipimpin Sukadar tersebut membahas pematangan pasal-pasal dalam Raperda Pengendalian Banjir.

Sejumlah usulan strategis mengemuka dalam forum itu, mulai dari penguatan normalisasi drainase, optimalisasi satgas kecamatan, hingga wacana pemanfaatan dana kelurahan (Dakel) untuk penanganan banjir lingkungan.

Rapat dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bappeda, Bapenda, BPKAD, BPBD, DSDABM, Bagian Hukum dan Kerja Sama, serta tenaga ahli hukum administrasi dari Universitas Narotama, Rusdianto Sesung.

Dalam forum tersebut, Eri menilai pembangunan fisik baru tanpa pola perawatan saluran yang konsisten hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Karena itu, ia meminta pola pengendalian banjir di Surabaya mulai bergeser ke konsep pemeliharaan saluran secara berkelanjutan.

Menurutnya, saluran yang rutin dinormalisasi dan dijaga kapasitasnya akan lebih efektif mengurangi risiko banjir dibanding hanya menambah proyek infrastruktur baru.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Sarana Wilayah Bappeda Surabaya, Window Gusman Prasetyo, menyatakan pihaknya mendukung percepatan normalisasi saluran di tingkat wilayah.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah tanpa dukungan warga.

Di akhir rapat, pansus menyepakati bahwa Raperda Pengendalian Banjir tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat tata kelola pemeliharaan saluran hingga tingkat lingkungan warga.

Ketua pansus Sukadar meminta seluruh anggota mempercepat penyempurnaan draf agar pembahasan Raperda bisa diselesaikan dalam pekan ini. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Ipin Harap Paskibraka Trenggalek Jadi Pelopor bagi Generasi Muda

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin meminta 72 anggota Paskibraka 2026 tidak berhenti pada tugas ...
SEMENTARA ITU...

APBD Surabaya 2027 Diproyeksikan Rp15 Triliun, Lebih dari Rp1 Triliun untuk Atasi Genangan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Surabaya memproyeksikan APBD 2027 mencapai sekitar Rp15 triliun. Dari ...
RUANG MERAH

Merawat Rumah Bernama Indonesia

ADA sebuah rumah yang diwariskan kepada kita. Rumah itu tidak dibangun dengan mudah. Ada air mata, darah, keringat, ...
KRONIK

Serapan Belanja Modal Jember Rendah, DPRD Minta Pemkab Buka Strategi

JEMBER – Realisasi belanja modal dalam APBD Kabupaten Jember 2026 baru mencapai 16,55 persen hingga semester ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...