Jumat
25 September 2026 | 7 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nuansa Tempo Dulu di Pasar Panganan Giri Biyen Gresik, Transaksi Pakai Koin Gobog

IMG-20260504-WA0006_copy_800x533

GRESIK – Suasana Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tampak berbeda pada Minggu (3/5/2026).

Identitas modernitas sejenak luruh, berganti dengan deretan pedagang berbusana tradisional yang menawarkan aneka kuliner lawas.

Di sana, transaksi tak lagi menggunakan rupiah secara langsung, melainkan koin gobog—mata uang simbolis yang membawa pengunjung kembali ke masa silam.

​Pasar Panganan Giri Biyen bukan sekadar pasar kaget. Kegiatan yang rutin digelar setiap Minggu Kliwon ini merupakan manifestasi perlawanan terhadap pudarnya kearifan lokal.

Sedikitnya 43 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terlibat dalam festival ini, menyajikan beragam panganan khas Gresik yang kini mulai jarang ditemukan di pasar-pasar modern.

Ruang edukasi anak muda
​Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang hadir meninjau langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa festival ini memiliki nilai strategis melampaui aspek ekonomi.

Menurutnya, Giri Biyen adalah ruang edukasi budaya yang hidup bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda yang mungkin mulai asing dengan identitas kulinernya sendiri.

​”Festival ini merupakan upaya menghidupkan kembali khazanah kuliner dan tradisi lokal Giri di tengah perkembangan zaman. Ini adalah cara kita memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda agar mereka tetap memiliki akar yang kuat,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

​Keunikan pasar ini terletak pada detail visual dan teknisnya. Selain busana yang dikenakan para pedagang, penggunaan koin gobog sebagai alat tukar memberikan pengalaman sensorik tentang bagaimana peradaban ekonomi masa lalu berjalan.

Hal ini sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

​Gus Yani mengapresiasi antusiasme warga yang terus meningkat sejak festival ini pertama kali digulirkan.

Pemerintah Kabupaten Gresik pun berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi serupa di wilayah lain, guna memastikan warisan budaya tidak hanya berhenti menjadi pajangan di museum. Tetapi tetap hidup dan memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

​”Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal,” tambahnya.

​Melalui Pasar Panganan Giri Biyen, Kabupaten Gresik mencoba membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan, menciptakan ekosistem yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memperkaya jiwa melalui nilai-nilai sejarah yang terjaga. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...