PDIP Kota Malang targetkan kembali 12 kursi DPRD 2029 dengan strategi agresif dan kekuatan kader muda.
MALANG — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menegaskan, pihaknya membidik target mengembalikan 12 kursi DPRD pada Pemilu 2029, setelah sebelumnya turun menjadi 9 kursi pada 2024.
Target tersebut tidak sekadar wacana. Partai mulai menata ulang mesin politik dari level bawah dengan mengandalkan regenerasi kader muda di struktur Pengurus Anak Cabang (PAC).
Baca juga: PDIP Kota Malang Perkuat Mesin Partai, Musancab Jadi Awal Konsolidasi Menuju 2029
“Ini bukan sekadar target, tapi keharusan. Kita harus kembalikan 12 kursi,” tegas Amithya usai pelantikan 55 orang PAC dari lima kecamatan se-Kota Malang, Sabtu (25/4/2026).
Separuh struktur PAC periode 2026–2031 diisi generasi muda. Langkah ini bukan formalitas, melainkan strategi untuk menyuntikkan energi baru dalam menghadapi kompetisi politik yang semakin ketat.

Menurut Amithya, anak muda menjadi kunci untuk membaca perubahan perilaku pemilih dan memperluas basis dukungan.
“Anak muda ini akan membawa cara baru, perspektif baru, dan tentu daya dorong yang berbeda,” ujar Ketua DPRD Kota Malang tersebut.
PDIP Kota Malang kini tidak hanya mengandalkan struktur, tetapi mendorong kader muda terlibat langsung dalam kerja-kerja lapangan. Mulai dari kegiatan sosial, diskusi publik, hingga gerakan kreatif menjadi bagian dari strategi membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kami beri ruang mereka bergerak. Politik tidak bisa lagi statis, harus adaptif,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Jatim, I Made Riandiana Kartika, menegaskan keterlibatan generasi muda bersifat wajib, bukan sekadar simbolik.

“Kalau tidak ada anak muda, pengurus tidak dilantik. Mereka harus ikut menentukan arah partai,” tegas dia.
Penurunan kursi dari 12 ke 9 pada Pemilu 2024 menjadi alarm bagi partai untuk berbenah. Kini, konsolidasi dilakukan lebih terstruktur, mulai dari kaderisasi berjenjang hingga penguatan basis di tingkat kecamatan.
PDIP Kota Malang juga menyiapkan jalur pendidikan politik dari Kader Pratama, Madya, Utama, hingga Kader Pemerintahan untuk memastikan kualitas kader tetap terjaga.
Dengan kombinasi pengalaman kader senior dan agresivitas generasi muda, PDIP Kota Malang menargetkan bukan hanya mengembalikan kursi yang hilang, tetapi juga memperkuat posisi politiknya.
“Kita tidak bisa biasa-biasa saja. Semua harus bergerak lebih cepat, lebih solid, dan lebih dekat dengan rakyat,” pungkas Amithya. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










