Sabtu
12 September 2026 | 4 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masjid di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang, Simbol Politik yang Membumi

pdip jatim 260425 masjid dpc malang kab 1

Masjid At-Taufiq di kantor PDIP Kabupaten Malang jadi simbol perpaduan politik dan nilai spiritual, mendapat apresiasi tokoh NU dan Muhammadiyah.

MALANG — Siang itu, suasana di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk konsolidasi partai, berdiri sebuah bangunan yang menghadirkan nuansa teduh—Masjid At-Taufiq.

Masjid yang diresmikan Sabtu (25/4/2026) itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia menjadi simbol bagaimana politik dan nilai spiritual berjalan berdampingan.

Peresmian dilakukan langsung oleh dua kader PDIP yang menjabat Bupati Malang HM Sanusi bersama anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo, disaksikan tokoh NU, Muhammadiyah, hingga berbagai elemen masyarakat.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menyebut kehadiran masjid ini bukan sekadar pelengkap fisik kantor partai.

“Ini bukan hanya bangunan. Ini penegasan bahwa perjuangan politik harus tetap berakar pada nilai-nilai ketuhanan,” ujarnya.

Yang menarik, masjid ini tidak dibatasi hanya untuk kader. Pintu Masjid At-Taufiq terbuka untuk siapa saja.

Di tengah stigma politik yang kerap dianggap jauh dari kehidupan masyarakat, langkah ini justru menghadirkan ruang baru—bahwa kantor partai juga bisa menjadi tempat yang memberi manfaat langsung.

“Harapannya, kantor partai tidak hanya jadi tempat rapat, tapi juga ruang sosial dan spiritual bagi masyarakat,” kata Didik. (Baca juga: PDIP Kabupaten Malang Perkuat PAC Lewat Musancab, Kanang: Ini Saatnya Kita Melenting)

Tak berhenti di masjid, rencana pembangunan TPQ, gedung kebudayaan, hingga koperasi menjadi penanda bahwa fungsi partai ingin diperluas: dari sekadar politik menuju pelayanan sosial.

Langkah ini mendapat respons hangat dari tokoh lintas agama. Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang, Zainul Arifin, melihatnya sebagai sesuatu yang jarang namun penting.

“Kami merasa bangga. Ini bukti bahwa partai juga memperhatikan sisi spiritual masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Malang, Muhammad Nurul Humaidi, menilai langkah tersebut sejalan dengan nilai dasar bangsa.

“Ini wujud nyata dari sila pertama Pancasila. Ada kesadaran bahwa politik juga harus punya landasan nilai,” katanya.

Di saat yang sama, ribuan kader hadir dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang menjadi agenda konsolidasi dan regenerasi partai.

Bagi banyak pihak, dua momentum ini—peresmian masjid dan Musancab—seolah menjadi satu pesan utuh: bahwa kekuatan partai tidak hanya dibangun dari struktur, tetapi juga dari nilai.

Di Kabupaten Malang, langkah ini menghadirkan wajah politik yang berbeda—lebih dekat, lebih membumi.

Bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana partai hadir di tengah masyarakat, tidak sekadar lewat kebijakan, tetapi juga lewat ruang-ruang kecil yang terasa langsung manfaatnya.

Masjid At-Taufiq mungkin hanya sebuah bangunan. Namun di balik itu, ada pesan yang lebih besar: politik tidak harus jauh dari kehidupan, justru bisa menjadi bagian darinya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...