Sabtu
01 Agustus 2026 | 7 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Digitalisasi dan Literasi, Cara Perempuan Muda Lumajang Memaknai Spirit Kartini

IMG-20260423-WA0014_copy_937x611

LUMAJANG – Perayaan Hari Kartini di Kabupaten Lumajang tak lagi sekadar soal peragaan busana adat. Di kantor DPC PDI Perjuangan Lumajang, Selasa (21/4/2026), puluhan perempuan muda yang didominasi Generasi Z berkumpul untuk membedah literasi digital dalam balutan kearifan lokal.

​Kegiatan bertajuk kelas literasi digital berbasis cerita rakyat ini bertujuan mengikis stereotipe gender yang masih kerap melekat pada perempuan.

Melalui perspektif keadilan gender, para peserta diajak melihat kembali sosok Kartini bukan hanya sebagai pahlawan masa lalu, melainkan inspirasi untuk menguasai teknologi.

Keluar dari Sekat Domestik

​Nabila Adisti, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa tantangan perempuan hari ini telah bergeser. Jika dulu Kartini berjuang untuk akses pendidikan dasar, kini perempuan harus berjuang untuk setara dalam ruang siber.

​”Tidak ada lagi pola pikir bahwa perempuan hanya urusan dapur dan rumah tangga. Melalui kegiatan ini, kami diingatkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dengan laki-laki untuk memainkan peran strategis di era digital,” ujar Nabila.

 

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Sekretaris DPC Lumajang, Zaenal Abidin, menekankan pentingnya perempuan menjadi “subjek” atau aktor utama, bukan sekadar penonton dalam transformasi teknologi.

​”Generasi Z harus bertindak sebagai subjek aktif digitalisasi. Mereka punya kemampuan adaptasi tinggi yang harus diarahkan untuk mendorong ekonomi digital, penguatan UMKM, hingga penciptaan konten kreatif yang positif,” tutur Zaenal.

Bukan Sekadar Seremoni

​Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Supratman, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum refleksi terhadap kebijakan yang inklusif.

Menurutnya, perjuangan kesetaraan gender di masa kini harus diwujudkan dalam pemberian ruang yang nyata di sektor publik.

​”Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan perempuan mendapatkan ruang setara dalam pendidikan, ekonomi, dan politik,” tegas Supratman.

​Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan adalah kunci perubahan bangsa. Perempuan tidak boleh hanya menjadi simbol perubahan, tetapi harus menjadi aktor utama yang menentukan arah kebijakan masa depan.

​Melalui gerakan literasi yang inklusif ini, diharapkan muncul bibit-bibit perempuan tangguh dari Lumajang yang mampu menjadi pilar pembangunan karakter bangsa, sekaligus menjadi penggerak ekonomi di daerahnya masing-masing.(ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta Camat hingga RT/RW Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno meminta camat, lurah, RT, dan RW memperkuat deteksi dini untuk ...