Wabup Kediri Dewi Mariya Ulfa apresiasi sosialisasi HAM Kemenham Jatim, dorong pencegahan konflik dan penguatan toleransi masyarakat.
KEDIRI — Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengapresiasi sosialisasi penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur di Kabupaten Kediri.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Surya, Rabu (22/4/2026), ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perguruan silat, organisasi advokat, tokoh agama, hingga media.
Menurut Dewi, kegiatan tersebut penting sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kerukunan serta mencegah konflik sosial sejak dini.
“Kadang konflik muncul dari hal kecil, dari ego atau merasa paling benar. Melalui kegiatan ini, kita diingatkan untuk saling menghargai dan melihat perbedaan sebagai anugerah,” ujarnya.
Perempuan yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu berharap sosialisasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu berdampak langsung pada perilaku masyarakat sehari-hari, terutama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian HAM Jatim, Toar R. E. Mangaribi, menyebut Kediri dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kami melihat Pemkab Kediri memiliki komitmen kuat dalam mitigasi konflik. Prinsip kami jelas, mencegah lebih baik daripada memadamkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun kondisi Jawa Timur relatif kondusif, pemetaan potensi konflik tetap dilakukan, khususnya di wilayah selatan yang memiliki kerawanan gesekan antar-perguruan maupun isu toleransi antarumat beragama.
Selain sosialisasi, Kementerian HAM juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi pelanggaran HAM, terutama di sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
Untuk memudahkan pelaporan, masyarakat dapat mengakses kanal pengaduan melalui call center maupun barcode yang telah disediakan.
“Jika ada dugaan diskriminasi, masyarakat bisa langsung melapor. Kami berkomitmen melindungi hak-hak warga,” tegas Toar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjunjung nilai-nilai HAM semakin meningkat, sekaligus memperkuat harmoni sosial di Kabupaten Kediri. (putera/pr)
Dewi Mariya Ulfa, sosialisasi HAM Kediri, Kemenham Jatim, konflik sosial Kediri, toleransi masyarakat, hak asasi manusia
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










